Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Megawati: Ada Pemimpin yang Sengaja Memecah Belah karena Mabuk Kekuasaan

Oleh Redaksi 15
Rabu, 10 Januari 2024
Foto: Megawati

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone.com)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan penjajah zaman dulu mengajarkan politik adu domba untuk memecah belah masyarakat agar bisa terus berkuasa. Ia pun menyinggung pemimpin sekarang yang sengaja memecah belah karena mabuk kekuasan.

Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato di acara HUT ke-51 PDI-Perjuangan di Sekolah Partai DPP PDI-Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2023).

Sorot Politik: Megawati: Ada Pemimpin yang Sengaja Memecah Belah karena Mabuk Kekuasaan

Iklan Indako SeputarSumut

“Banyak loh, yang namanya penjajah itu mengajarkan kepada kita dengan nama devide et empera, memecah belah, kalau bisa saudara sendiri dipecah belah,” tutur Megawati.

Ia pun berkata, penjajah ingin memecah belah rakyat. Apalagi, kata Megawati, ada pemimpin yang sengaja memecah belah dengan sadar lantaran mabuk kekuasaan.

“Apalagi rakyat dipecah belah, apalagi kalau pemimpinnya sengaja dengan yang namanya akal itu juga memecah belah karena apa? Karena mabuk kekuasaan,” terang Megawati.

Berita Terkait

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

DPRD Medan Kritik Penataan Kota Jelang Munas APEKSI: Jangan Bersih Hanya Karena Ada Tamu

Atas dasar itu, Megawati pun mengingatkan akan semboyan Bhinneka Tunggal Ika Tan hana harma Mangrwa.

“Jadi tanpa pernah mundur sejengkal pun. Jadi Bhinneka Tunggal Ika itu satu, berlain bersuku-suku, tapi satu jua. Kok lupa ya,” kata Megawati.

Kendati demikian, Megawati berpesan kepada Ganjar untuk senantiasa ingat pada sejarah bila terpilih menjadi Presiden ke-8 RI.

“Itu Pak Ganjar, nanti insya Allah kalau situ menang, nah ini didengar banyak orang, yang harus dijalankan pertama adalah pelajaran sejarah yang benar menegaskan, supaya apa? Bukan hanya di sini (kepala) tetapi di sini (dihati),” terang Megawati.

Hukum Dipermainkan, Kekuasaan Dijalankan Semaunya 

Megawati juga menyoroti buruknya penegakan hukum di Indonesia saat ini. Menurutnya hukum dipermainkan begitu saja untuk melanggengkan kekuasaan.

Dalam orasinya, Megawati tegas menolak aksi-aksi permainan hukum oleh segelintir orang yang berada dalam lingkungan kekuasaan sehingga sangat melukai hati rakyat Indonesia.

“Sekarang hukum itu dipermainkan bahwa kekuasaan itu dapat dijalankan semau-maunya saja. No, no, and no,” kata Megawati.

Dengan berapi-api, Presiden Kelima RI itu secara tegas menyatakan bahwa setiap rakyat Indonesia mempunyai hak yang sama di mata hukum.

Megawati mengingatkan, Pemilu bukanlah alat politik untuk melanggengkan kekuasaan dengan segala cara. Di dalam Pemilu, ada moral dan etika yang harus dijunjung tinggi.

“Loh saya pernah presiden, ya setelah Pemilu, ndak ribut saya. Ya udah kalo memang betul rakyat memilih begitu, ya sudah. Kekuasaan itu tidak langgeng loh, yang langgeng itu yang diatas loh. Kekuasaan akan berhenti apapun jabatannya,” ujarnya. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
  • Kekalahan Serena Williams di Wimbledon 2026: Maya Joint Cetak Kejutan di Babak Pertama
  • Pertamax Turbo Topang Performa Ratusan Pembalap di Ajang MotoPrix Region A Sumatera 2026 Aceh
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com