Jakarta, SeputarSumut — Penyakit saluran kemih berupa batu ginjal sudah sangat populer di tengah masyarakat, di mana pemicunya kerap dihubungkan dengan kebiasaan jarang mengonsumsi air putih. Kendati demikian, faktor yang melatarbelakangi kemunculan gangguan kesehatan ini sebenarnya tidak cuma bersumber dari urusan kekurangan cairan saja.
Para penderita batu ginjal pada umumnya bakal mengeluhkan sejumlah gejala awal. Tanda-tanda yang sering muncul tersebut meliputi rasa nyeri di punggung bagian bawah, sakit di area perut serta pinggang, munculnya rasa mual, hingga hadirnya sensasi sakit ketika sedang buang air kecil.
Pernik Ragam: Mengenal Berbagai Faktor Penyebab Batu Ginjal Selain Kebiasaan Kurang Minum Air Putih
Dalam situasi yang lebih spesifik, keberadaan batu ginjal pun dapat mengakibatkan urine bercampur darah sekaligus membuat tubuh menjadi kurang nyaman tatkala dipakai untuk menjalankan aktivitas harian. Kondisi ini kemudian memicu pertanyaan mengenai pemicu utama batu ginjal dan kebenaran anggapan bahwa penyakit ini melulu disebabkan oleh kurangnya asupan air minum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Mayo Clinic, di dalam urine manusia pada dasarnya terdapat kandungan mineral, asam, serta unsur lain layaknya kalsium, natrium, oksalat, dan asam urat. Penumpukan zat-zat tersebut yang tidak diimbangi dengan jumlah cairan urine yang memadai akan membuat partikel-partikel tadi saling melekat, hingga lambat laun bertransformasi menjadi kristal atau batu.
Proses terbentuknya batu ginjal ini tidak berlangsung secara instan, melainkan terjadi secara bertahap dalam hitungan bulan atau bahkan memakan waktu bertahun-tahun. Secara ringkas, batu ginjal bakal muncul tatkala zat-zat sisa yang ada di dalam urine mulai mengendap lalu membeku, yang mana endapan keras ini kemudian memicu rasa nyeri yang hebat saat bergeser di dalam saluran kemih.
Melansir penjelasan dari situs UC Davis Health, terdapat rentetan faktor penyebab batu ginjal yang wajib dicermati oleh masyarakat.
1. Faktor genetik
Sebagian pemicu munculnya batu ginjal disinyalir berada di luar kontrol manusia, contohnya adalah faktor garis keturunan atau genetik. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit serupa bakal mengantongi risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan yang sama. Walau begitu, adanya faktor genetika ini bukan berarti penyakit tersebut mustahil dihindari, sebab penerapan pola hidup yang sehat tetap efektif untuk menekan tingkat risikonya.
2. Kurang cairan
Aspek utama yang menjadi pemicu terbesar dalam kasus batu ginjal adalah kebiasaan kurang mengonsumsi air putih. Ketika pasokan cairan di dalam tubuh tidak terpenuhi, konsentrasi urine akan menjadi lebih pekat sehingga mempermudah zat sisa dan mineral di dalamnya untuk mengendap lalu membeku. Atas dasar itulah, menjaga hidrasi tubuh menjadi hal yang sangat krusial guna menyokong kinerja ginjal dalam membuang zat sisa lewat urine.
3. Makanan tinggi garam
Tingkat risiko terkena batu ginjal juga dapat meroket akibat kebiasaan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan garam atau natrium. Golongan santapan ini meliputi aneka makanan instan, panganan kaleng, hingga rupa-rupa camilan yang bercita rasa asin. Jumlah natrium yang terlampau tinggi di dalam tubuh berpotensi mendongkrak kadar kalsium pada urine, sehingga mempermudah proses pembentukan kristal batu ginjal.
4. Protein hewani berlebih
Asupan protein hewani yang dikonsumsi secara ugal-ugalan seperti daging sapi, daging ayam, ikan, hingga produk daging olahan turut andil dalam memicu timbulnya batu ginjal. Pola makan yang tidak terkontrol ini mampu menaikkan kadar asam urat sekaligus merusak zat pelindung alami yang ada di dalam urine, yang pada akhirnya memperbesar potensi terbentuknya batu ginjal.
Menilik dari beragam faktor pemicu yang sudah dijabarkan, langkah untuk mengantisipasi penyakit batu ginjal sebenarnya tergolong cukup simpel. Masyarakat diimbau untuk selalu mencukupi kebutuhan hidrasi harian dengan cara meminum air putih secara teratur saban hari.
Di samping menjaga hidrasi, pembatasan terhadap konsumsi garam serta protein hewani yang berlebihan juga perlu dilakukan. Upaya meminimalkan menu makanan instan serta beralih ke pola makan yang seimbang diyakini mampu menjaga fungsi dan kesehatan organ ginjal secara optimal.
Langkah yang tidak kalah krusial adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat secara total, seperti aktif bergerak, memelihara bobot tubuh agar tetap ideal, serta menghindari kebiasaan menahan kencing terlalu lama. Berbagai tindakan kecil tersebut dapat menjadi proteksi yang ampuh dalam menghalau penyakit batu ginjal sejak dini.(*/cnni)

