Jakarta, SeputarSumut — Rasa lelah atau capek merupakan hal yang wajar dirasakan oleh setiap orang. Meski demikian, Anda perlu berhati-hati apabila merasakan kelelahan secara terus-menerus tanpa mengetahui apa penyebab pastinya, karena kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang serius.
Kelelahan atau fatigue diartikan sebagai rasa lelah parah yang mengakibatkan seseorang kesulitan untuk bangun di pagi hari maupun menjalankan aktivitas harian. Kondisi ini membuat penderitanya cenderung ingin tidur sepanjang hari, tetapi kualitas tidur tersebut tetap tidak mampu membuat tubuh terasa segar kembali.
Pernik Ragam: Mengenal Penyebab Kelelahan Terus-Menerus yang Perlu Diwaspadai dan Gejalanya
Bagi beberapa individu, kelelahan mungkin sudah dianggap sebagai sebuah gejala tersendiri. Namun, melansir dari WebMD, terdapat sejumlah gejala spesifik yang dapat mengarah pada kondisi kelelahan, di antaranya:
* Kurang energi, yaitu terjadinya kelelahan secara mental maupun fisik yang menyulitkan seseorang untuk menjalani hari, sehingga memengaruhi kemampuan dalam bekerja atau melakukan aktivitas lainnya.
* Mengantuk, di mana seseorang harus berjuang keras agar tetap terjaga, serta tetap merasakan lelah meskipun sudah tidur.
* Susah berpikir, yang meliputi kesulitan untuk fokus, mengingat sesuatu, hingga sulit memberikan atensi pada suatu hal.
* Apatis, yang ditandai dengan perasaan kehilangan minat atau motivasi dalam melakukan suatu hal.
Terdapat banyak kondisi yang dapat memicu munculnya kelelahan, baik yang sifatnya sementara maupun yang bersifat kronis atau berlangsung selama enam bulan atau lebih. Berikut adalah beberapa penyebab kelelahan terus-menerus yang perlu diwaspadai:
1. Kebiasaan sehari-hari
Aktivitas atau kebiasaan harian dapat memberikan kontribusi terhadap munculnya rasa lelah. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cleveland Clinic, faktor pemicu kelelahan terus-menerus dapat berupa pola diet yang minim gizi seimbang, faktor stres, jarang bergerak, hingga konsumsi alkohol secara berlebihan.
2. Gangguan tidur
Jenis gangguan tidur tertentu memiliki potensi memicu kelelahan ekstrem dan kelelahan jangka panjang. Beberapa gangguan tidur yang dimaksud meliputi insomnia, sleep apnea, narkolepsi, serta gangguan tidur yang diakibatkan oleh shift kerja.
3. Anemia
Penyakit anemia, khususnya anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi, dapat menjadi penyebab kelelahan. Seseorang patut mencurigai adanya gejala anemia apabila rasa lelah yang dirasakan diikuti dengan tanda-tanda lain seperti palpitasi jantung, napas pendek, dan kondisi kulit yang pucat.
4. Alergi makanan
Konsumsi makanan idealnya memberikan pasokan energi bagi tubuh. Namun, efek yang sebaliknya dapat terjadi pada individu yang memiliki alergi atau intoleransi makanan tertentu, di mana rasa lelah justru bisa menjadi tanda bahaya. Sebagai contoh, pada penyakit Celiac atau kondisi di mana tubuh tidak mampu mencerna gluten, rasa lelah dapat menandakan terjadinya kekambuhan.
5. Infeksi
Berbagai jenis infeksi dapat memicu timbulnya kelelahan pada tubuh, seperti mononukleosis, HIV, Covid-19, influenza, radang paru-paru (pneumonia), serta penyakit Lyme.
6. Masalah jantung dan paru-paru
Rasa lelah secara umum sering dialami oleh para penderita yang memiliki masalah pada organ jantung dan paru-paru. Kondisi medis ini mencakup penyakit jantung, sindrom takikardia ortostatik postural, penyakit paru obstruktif kronik, empisema, dan gagal jantung kongestif.
7. Masalah kesehatan mental
Faktor pemicu kelelahan terus-menerus tidak hanya berasal dari masalah kesehatan fisik, melainkan bisa juga disebabkan oleh gangguan pada kesehatan mental. Kondisi kesehatan mental yang dapat membuat seseorang merasa lelah sepanjang waktu ini meliputi depresi, kecemasan, serta post-traumatic stress disorder (PTSD).(*/cnni)


