Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Mengerikan! Kekerasan Sektarian Tewaskan 133 Orang

Oleh Redaksi 15
Selasa, 3 Desember 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Jumlah korban tewas akibat kekerasan sektarian di Pakistan barat laut telah meningkat menjadi 133 orang. Ini terjadi seiring para tetua suku gagal memastikan gencatan senjata antara komunitas Muslim Sunni dan Syiah yang berseteru.

Pakistan adalah negara dengan mayoritas Sunni, tetapi Kurram di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dekat perbatasan dengan Afghanistan memiliki populasi Syiah yang besar. Kedua komunitas tersebut telah bentrok selama beberapa dekade.

Dunia Internasional: Mengerikan! Kekerasan Sektarian Tewaskan 133 Orang

Iklan Indako SeputarSumut

Setidaknya “133 nyawa yang berharga telah hilang, dan 177 orang terluka” dalam bentrokan sporadis sejak 21 November, kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan pemerintah setelah rapat kabinet provinsi.

Sebuah jirga suku, atau dewan tetua, telah dibentuk untuk memastikan gencatan senjata yang sejauh ini masih sulit dicapai, katanya.

“Bunker yang didirikan oleh kelompok bersenjata di Kurram akan dibongkar dan persenjataan berat … akan disita,” demikian disampaikan pemerintah dalam pernyataannya, dilansir kantor berita AFP, Senin (2/12/2024).

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Bentrokan terbaru meletus pada hari Kamis lalu, ketika dua konvoi Muslim Syiah yang bepergian di bawah pengawalan polisi disergap, menewaskan lebih dari 40 orang.

Sejak itu, pertempuran selama berhari-hari dengan senjata ringan dan berat telah membuat wilayah itu lumpuh. Jalan-jalan utama ditutup dan layanan telepon seluler terputus karena jumlah korban tewas melonjak.

Anfal Hussain, yang memiliki apotek di daerah Parachinar, mengatakan “2024 sangat sulit bagi Kurram” dengan puluhan orang tewas dalam bentrokan.

“Saya telah menjalankan apotek ini selama 11 tahun, tetapi selama bentrokan baru-baru ini, jalan raya praktis ditutup sejak Oktober. Hal ini telah menyebabkan kekurangan pasokan makanan dan obat-obatan yang signifikan,” kata Hussain, 36 tahun, kepada AFP.
“Banyak penyakit serius tidak dapat diobati di rumah sakit Parachinar, tetapi mereka tetap tidak berdaya karena penutupan jalan,” tambahnya.

Seorang pejabat keamanan senior di ibu kota provinsi Peshawar, yang berbicara dengan syarat anonim, pada hari Jumat mengatakan kepada AFP, bahwa para pejabat dengan bantuan para tetua suku “hampir mencapai gencatan senjata”, setelah dua kesepakatan sebelumnya gagal menghentikan pertempuran.

“Hanya ada dua desa sekarang di mana penembakan sporadis masih terjadi,” katanya.

Polisi telah kerap berjuang untuk mengendalikan kekerasan di Kurram, yang merupakan bagian dari Daerah Suku yang Diatur Pemerintah Federal semi-otonom hingga digabungkan dengan Khyber Pakhtunkhwa pada tahun 2018.

Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan mengatakan 79 orang telah tewas di wilayah tersebut antara Juli dan Oktober dalam bentrokan sektarian.

Perseteruan tersebut umumnya dipicu oleh perselisihan atas tanah di wilayah pegunungan yang terjal, dan dipicu oleh ketegangan yang mendasari antara masyarakat yang menganut berbagai sekte Islam. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com