Jakarta, SeputarSumut — Harapan Arsenal untuk memperlebar jarak di puncak klasemen Premier League harus terhambat setelah dijegal oleh Bournemouth. Hasil negatif melawan tim tamu tersebut menjadi peringatan serius bagi skuat Meriam London dalam persaingan merebut gelar juara musim ini.
Pertandingan yang mempertemukan Arsenal dan Bournemouth tersebut berlangsung di Emirates Stadium pada Sabtu 11 April 2026 malam WIB. Meski tampil di hadapan pendukung sendiri Arsenal justru harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-2.
Update Olahraga: Mikel Arteta Kecewa Berat Arsenal Tumbang di Tangan Bournemouth Dalam Perburuan Gelar Premier League
Tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu pada paruh pertama sebelum akhirnya Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan melalui titik putih. Sayangnya gawang Arsenal kembali bobol oleh aksi Alex Scott pada babak kedua yang memastikan kekalahan keempat bagi mereka sepanjang musim ini.
Hingga saat ini Arsenal memang masih bertengger di posisi teratas klasemen Liga Inggris dengan koleksi 70 poin hasil dari 32 laga. Akan tetapi Manchester City yang berada di peringkat kedua dengan 61 poin dari 30 laga memiliki kesempatan besar untuk memangkas selisih poin tersebut.
Kegagalan meraih poin penuh ini memicu kekecewaan mendalam bagi sang manajer Mikel Arteta. Ia secara terbuka mengakui bahwa anak asuhnya tidak bermain cukup efektif untuk mengamankan kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Arteta menggambarkan hasil ini sebagai sebuah tamparan keras bagi timnya dan kini ia fokus pada cara para pemain bangkit dari keterpurukan. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan keterangan kepada media TNT Sports seusai laga.
Pelatih asal Spanyol itu juga memberikan kredit kepada Bournemouth yang telah menunjukkan performa solid sehingga tidak terkalahkan dalam 11 laga terakhir. Menurutnya lawan berhasil melakukan banyak hal dengan benar sementara timnya justru kehilangan efisiensi.
Gol pertama lawan dianggap terjadi akibat kegagalan lini belakang Arsenal dalam mengantisipasi serangan yang masuk ke kotak penalti. Arteta menyayangkan pertahanan yang buruk serta adanya defleksi bola yang memudahkan Bournemouth mencetak skor.
Memasuki paruh kedua Arteta sebenarnya berharap timnya bisa menunjukkan perubahan gaya main yang lebih baik. Namun ia merasa anak asuhnya melakukan banyak kesalahan aneh yang tidak biasa mereka lakukan padahal selama ini Arsenal dikenal sangat konsisten dalam setiap pertandingan.(*/dtk)


