Jakarta, SeputarSumut — Sejarah baru dalam dunia kontes kecantikan akan terukir dengan keikutsertaan Palestina untuk pertama kalinya di ajang Miss Universe. Nadeen Ayoub, seorang wanita cantik yang tinggal di Dubai, akan mewakili negaranya dalam kontes bergengsi yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 mendatang. Dengan kehadiran yang mencetak sejarah ini, Nadeen merasa memikul tanggung jawab besar untuk membagikan kisah-kisah ketangguhan dan harapan para wanita Palestina ke panggung dunia.
Nadeen Ayoub: Suara bagi Perempuan Palestina
Kilas Hiburan: Nadeen Ayoub Jadi Perwakilan Pertama Palestina di Miss Universe, Siap Suarakan Kisah Wanita
Dalam unggahan perkenalannya sebagai finalis, Nadeen memukau publik dengan pesonanya saat mengenakan busana tradisional Palestina bersulam tatreez, hasil rancangan desainer Hiba Abdelkarim. Penampilannya kian anggun dengan tatanan rambut ikal, riasan wajah yang natural, dan anting menjuntai yang menambah kesan glamor.
Melalui video yang diunggahnya, Nadeen menyampaikan tekadnya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa wanita Palestina memiliki impian, bakat, dan suara yang kuat. Ia juga berupaya menginspirasi sesama wanita dan anak perempuan untuk terus mengejar aspirasi mereka di tengah berbagai kesulitan. Di ajang Miss Universe 2025, Nadeen bertekad menjadi suara bagi mereka yang menurutnya layak mendapatkan pengakuan dan perhatian global.
”Hari ini, aku merasa terhormat untuk mengumumkan bahwa aku akan mewakili Palestina di Miss Universe 2025. Di saat mata dunia tertuju pada tanah air kami, aku mengemban peran ini dengan tanggung jawab yang besar. Ini lebih dari sekadar gelar. Ini adalah wadah untuk menyuarakan aspirasi rakyat Palestina, terutama wanita dan anak-anak kami,” ungkapnya.
Melalui inisiatifnya yang bernama Saidat Falasteen, Nadeen ingin membagikan kisah-kisah inspiratif yang jarang muncul di media, yaitu cerita tentang kekuatan, kreativitas, dan harapan. “Kami lebih dari sekadar perjuangan, kami adalah perempuan dengan impian, bakat, dan suara yang kuat untuk ditawarkan kepada dunia,” tambahnya.
Nadeen juga mengungkapkan bahwa perjalanannya ini didedikasikan untuk setiap wanita yang berani bermimpi melampaui berita utama, serta untuk setiap wanita yang terus membangun masa depan lebih baik meskipun menghadapi rintangan.
Meskipun Nadeen berani melangkah ke panggung Miss Universe yang glamor, ia tidak melupakan penderitaan yang dialami saudara-saudaranya, khususnya di Gaza. “Di tengah penderitaan Palestina, terutama di Gaza, aku menyuarakan suara rakyat yang tak mau dibungkam. Aku mewakili setiap wanita dan anak Palestina yang kekuatannya perlu dilihat dunia. Kami lebih dari sekadar penderitaan kami, kami adalah ketangguhan, harapan, dan detak jantung tanah air yang terus hidup melalui kami,” tulis Nadeen dalam keterangan video.
Sebelumnya, Nadeen dinobatkan sebagai Miss Palestine 2022. Ia telah mencetak sejarah dengan menjadi perwakilan pertama dari negaranya yang berpartisipasi dalam kontes Miss Earth, di mana wanita berusia 26 tahun ini berhasil masuk dalam jajaran Top 5.
Wanita yang berprofesi sebagai instruktur kesehatan dan guru psikologi ini juga mendirikan Olive Green Academy, sebuah platform yang mempromosikan keberlanjutan melalui program pelatihan dan kesadaran. Melalui platform tersebut, ia bertekad membantu wanita Palestina mendapatkan pendidikan dalam advokasi lingkungan dan media digital untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.(*/dtk/wlp)


