Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Politik

Panja Komisi X DPR RI Soroti Kesenjangan Dukungan untuk PTS dan Tantangan Akreditasi

Oleh Redaksi 15
Kamis, 11 September 2025
Foto: Panja PTKL Komisi X DPR RI  melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, di Jalan Sempurna Setiabudi, Tanjung Sari, Kamis (11/9).(Ist)

Panja PTKL Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, di Jalan Sempurna Setiabudi, Tanjung Sari, Kamis (11/9).(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan – Panitia Kerja (Panja) Pendidikan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) Komisi X DPR RI menyoroti masih adanya kesenjangan dukungan anggaran antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, di Jalan Sempurna Setiabudi, Tanjung Sari, Kamis (11/9).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Panja PTKL, H. Lalu Hadrian Irfani dari Fraksi PKB, yang juga Wakil Ketua Komisi X. Kunjungan ini bertujuan menggali aspirasi dan persoalan faktual dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta, serta memastikan pendidikan tinggi di Indonesia berjalan sesuai amanat UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Sorot Politik: Panja Komisi X DPR RI Soroti Kesenjangan Dukungan untuk PTS dan Tantangan Akreditasi

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Dukungan Anggaran yang Timpang Antara PTN dan PTS

Anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan dari Fraksi PDI Perjuangan, menyoroti ketimpangan dalam bantuan operasional yang diberikan negara. Saat ini, PTN menerima Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang total anggarannya disesuaikan dengan jumlah mahasiswa di setiap kampus. Sayangnya, bantuan serupa belum diperoleh PTS.

Menurut Sofyan Tan, dari hitung-hitungan yang sudah disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), nilai anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta (BOPTS) hanya sekitar Rp4,5 triliun, yang dianggap masih memungkinkan untuk direalisasikan. Jika dianggarkan, BOPTS akan sangat membantu PTS, yang selama ini 90% biaya operasionalnya berasal dari uang kuliah mahasiswa. Dana ini bisa digunakan untuk peningkatan fasilitas dan bantuan riset bagi dosen serta mahasiswa.

Berita Terkait

DPRD Medan Soroti Pembangunan Jalur Khusus BRT

Dr Lily Dorong Bapenda Medan Lakukan Inovasi Tingkatkan PAD

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

“UMSU misalnya, berapa jumlah mahasiswanya? 19.000 mahasiswa? Jika ada bantuan Rp1 juta per mahasiswa per tahun saja yang dianggarkan dalam BOPTS, itu sudah bisa mendanai riset dan peningkatan fasilitas kampus,” terang Sofyan Tan.

Tantangan Akreditasi dan Dukungan untuk Dosen

Selain masalah anggaran, Sofyan Tan menyebut tantangan terbesar PTS lainnya adalah peningkatan akreditasi unggul. Untuk mencapai akreditasi ini, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, terutama dosen dengan kualifikasi S3. Namun, ada persoalan bagi dosen yang dituntut melanjutkan pendidikan doktoral.

“Kami menyerap aspirasi dari berbagai pihak. Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah selain beasiswa doktoral (S3), saat ini tinggal menunggu Permendikti, mahasiswa S3 yang juga dosen sudah bisa tetap mengajar dan menerima gaji. Sebelumnya tidak bisa, ini langkah maju,” ujar Sofyan Tan.

Pandangan Senada dan Respon Pemerintah

Anggota Panja lain yang hadir, seperti Himmatul Aliyah (Gerindra), Kurniasih Mufidayati (PKS), dan Bonnie Triyana (PDIP), memiliki pandangan serupa, yakni masih adanya ketimpangan antara PTN dan PTS, terutama dalam bantuan operasional. Hal ini juga ditemukan dalam kunjungan kerja di berbagai LLDIKTI di provinsi lain.

Di samping itu, perwakilan dari PTS dan PTN juga menyampaikan masukan. Dr. Mujahiddin S.Sos MSP dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyoroti ketimpangan di mana PTN terus-menerus diberi keleluasaan menambah program studi dan pendaftaran mahasiswa baru, sementara di sisi lain, hampir seluruh PTS mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru pada tahun 2025.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor 3 Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Ir. H. Abdul Haris Nasution MT, yang menilai PTS kesulitan mengembangkan riset karena tidak mendapat bantuan dana dari negara. “Sementara PTN terus membuka prodi baru dengan biaya kuliah sama seperti swasta. Akhirnya, mahasiswa lebih memilih negeri, PTS bisa mati pelan-pelan,” ucapnya prihatin.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Dikti Kemendikbudristek, Prof. Khairul Munadi, yang turut hadir menegaskan bahwa pemerintah tidak membedakan PTN dan PTS dari sisi layanan maupun kebijakan. “Komitmen Menteri jelas, tidak ada dikotomi. Kami sedang menyusun kajian terkait BOPTS, termasuk dari sisi fiskal,” ujar Khairul didampingi Kepala LLDIKTI Wilayah Sumut, Prof. Saiful Anwar Matondang PhD.

Khairul juga menjelaskan bahwa proses akreditasi tidak akan membebani perguruan tinggi karena akreditasi tingkat dasar tetap dibiayai pemerintah. Namun, untuk akreditasi unggul, dibiayai mandiri oleh institusi. Ia juga menyatakan bahwa biaya akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) nantinya akan ditetapkan langsung oleh Menteri agar lebih transparan dan tidak memberatkan.(Siong)

Tags: Sofyan Tan
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
  • KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026
  • Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Tanda Tangani MoU Jejaring Pengampuan Mata dengan RS Mata Cicendo
  • Lionel Messi Jadi Pesepakbola Individu Pertama yang Raih Penghargaan Putri Asturias
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.