Medan, SeputarSumut — Seluruh operasional perjalanan kereta api (KA) di wilayah Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) dipastikan tetap berjalan aman dan normal oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara. Kelancaran lalu lintas armada ini berhasil dipertahankan menyusul adanya insiden pemadaman aliran listrik masal yang tengah melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut sejak Jumat malam.
Kepastian mengenai kondisi kelancaran transportasi massal berbasis rel ini disampaikan langsung oleh otoritas humas perusahaan. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa gangguan pemadaman listrik dari pihak penyedia komoditas energi tersebut tidak memengaruhi grafik perjalanan kereta api, baik untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Info Medan: Pemadaman Listrik Masal, Operasional KA Sumut Aman
Ketepatan waktu operasional armada angkutan dilaporkan tidak mengalami distorsi akibat kendala suplai energi eksternal. “Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumatera Utara tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5) pukul 07.30 WIB, semua perjalanan KA tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Anwar.
Manajemen juga memberikan konfirmasi perihal kelancaran sistem pelayanan konsumen yang tersebar di berbagai simpul transportasi jalur rel regional. Anwar menambahkan, seluruh pelayanan kereta api penumpang di sejumlah stasiun utama, seperti Stasiun Medan, Stasiun Tanjungbalai, Stasiun Siantar, dan Stasiun Rantauprapat, tetap terakomodasi dengan baik tanpa mengalami keterlambatan.
Guna menanggulangi dampak dari hilangnya pasokan daya utama, pihak KAI Divre I Sumut telah mengaktifkan prosedur mitigasi dengan menyiagakan sistem pembangkit listrik cadangan (genset). Fasilitas ini berfungsi untuk menyuplai energi alat komunikasi, sistem persinyalan, hingga pemenuhan kebutuhan pelayanan langsung kepada pelanggan di area stasiun.
Penerapan skema cadangan ini sempat membutuhkan jeda waktu pemrosesan teknis sebelum pasokan daya pengganti dapat tersalurkan sepenuhnya. “Pada saat terjadi pemadaman, pembangkit memerlukan beberapa waktu untuk menyala dan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan untuk kebutuhan seperti penerangan, penyejuk ruangan, maupun yang lain. KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan kereta api yang mengalami ketidaknyamanan pada saat terjadi proses peralihan sumber energi tersebut,” tambahnya.
Di samping pemanfaatan unit generator konvensional, stabilitas pasokan energi di area operasional KAI wilayah ini turut disokong oleh implementasi teknologi ramah lingkungan. Khusus di Stasiun Medan, KAI telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Panel surya ini aktif menghasilkan energi untuk operasional siang hari sekaligus berfungsi mengisi daya baterai cadangan yang dapat disalurkan saat terjadi gangguan listrik di malam hari.
Memasuki esok harinya, kondisi kelistrikan di sejumlah titik stasiun dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan secara parsial. Hingga Sabtu (23/5) pukul 08.00 WIB, sumber tenaga listrik di beberapa stasiun dilaporkan telah kembali normal, meski sebagian stasiun lainnya masih mengalami pemadaman. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh bahwa situasi dinamis ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan ataupun mengganggu keselamatan perjalanan KA.
Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk tidak ragu dalam menggunakan jasa angkutan massal ini sesuai dengan jadwal perjalanan yang telah mereka pesan. “Bagi masyarakat Sumatera Utara yang telah merencanakan perjalanan dengan kereta api pada hari ini, tidak perlu merasa khawatir. KAI Divre I Sumatera Utara memastikan seluruh armada kereta api masih beroperasi secara normal dengan komitmen kualitas layanan serta keselamatan yang tetap maksimal,” pungkas Anwar.(Siong)

