Medan, SeputarSumut – Rencana revitalisasi trotoar pada tahun 2026 secara resmi diumumkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Wali Kota Medan, Rico Waas, menilai bahwa saat ini masih banyak fasilitas pejalan kaki di wilayahnya yang kondisinya belum tertata dengan rapi.
“Meskipun niat kita sudah baik, kenyataannya infrastruktur jalan dan trotoar kita masih banyak yang berantakan. Saya menginstruksikan agar setiap ruas jalan dan trotoar memiliki standar ukuran yang seragam. Proses penataan harus direncanakan matang mulai dari pusat kota, baru kemudian menyebar ke wilayah pinggiran,” tegas Rico dalam rilis tertulis pada Sabtu (17/1/2026).
Info Medan: Pemkot Medan Akan Revitalisasi Trotoar 2026
Langkah strategis ini dibahas secara mendalam oleh Pemkot Medan melalui Rapat Kerja Tematik-II yang berfokus pada integrasi penataan, pengembangan, serta pengelolaan sistem jaringan jalan dan trotoar.
Kesenjangan pada kondisi infrastruktur jalan saat ini diakui oleh Rico Waas, di mana desain maupun ukuran fisik antarwilayah masih belum menunjukkan keseragaman.
“Harapan saya adalah mewujudkan transformasi Medan sebagai kota metropolitan yang menjunjung tinggi standar estetika,” lanjutnya.
Mengenai teknis pelaksanaan di lapangan, Rico meminta seluruh Perangkat Daerah untuk mengedepankan koordinasi yang terpadu. Ia menekankan pentingnya menghapus ego sektoral agar tidak terjadi pengerjaan proyek yang berulang kali di lokasi yang sama.
“Semua pekerjaan sebisa mungkin dilakukan dalam satu waktu agar tidak ada bongkar pasang yang berulang. Penggunaan anggaran wajib konkret, efektif, serta efisien melalui perencanaan yang matang demi penghematan,” paparnya di depan para kepala dinas.
Terkait aspek kualitas, peringatan keras diberikan Rico kepada para penyedia jasa. Ia memerintahkan pihak Inspektorat untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh vendor agar tidak ada pengerjaan proyek yang dilakukan secara setengah-setengah.
“Saya menolak segala bentuk pekerjaan yang asal-asalan. Setiap vendor wajib memberikan kualitas maksimal supaya infrastruktur memiliki daya tahan lama. Hal ini sangat krusial bagi masa depan Kota Medan,” jelas Rico.
Kebutuhan akan perbaikan ini memang mendesak, mengingat banyak warga yang mengeluhkan kondisi trotoar saat ini yang berlubang, terkelupas, hingga mengancam keselamatan. Berdasarkan data lapangan, kerusakan trotoar yang cukup parah terlihat di Jalan Guru Patimpus, Jalan Kejaksaan, serta Jalan Pattimura.
Warga setempat bahkan memberikan keterangan bahwa beberapa titik trotoar yang rusak tersebut sudah dibiarkan tanpa perbaikan selama bertahun-tahun.(*/dtk)


