Jakarta, SeputarSumut – Ternyata masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa matcha dan teh hijau adalah jenis minuman yang identik. Faktanya, kedua produk ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari teknik pengolahan hingga profil nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Meskipun berasal dari spesies tanaman yang sama yakni Camellia sinensis, perlakuan yang diberikan selama masa tanam hingga proses penyajian menciptakan hasil akhir yang sangat kontras.
Pernik Ragam: Perbedaan Matcha dan Teh Hijau yang Wajib Tahu
Berikut adalah lima poin utama yang membedakan matcha dengan teh hijau berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber:
1. Kadar Antioksidan
Keduanya memang dikenal kaya akan antioksidan jenis EGCG (epigallocatechin gallate) yang ampuh melawan peradangan serta radikal bebas. Akan tetapi, matcha memiliki konsentrasi antioksidan yang jauh lebih tinggi, bahkan mencapai 137 kali lipat dibandingkan teh hijau kualitas rendah dan tiga kali lipat lebih banyak daripada teh hijau kualitas premium.
2. Kandungan Kafein
Efek stimulan yang diberikan kedua minuman ini juga berbeda, di mana teh hijau hanya mengandung sekitar 29 mg kafein per cangkir sehingga lebih ringan bagi tubuh. Di sisi lain, matcha menawarkan dosis kafein yang lebih kuat, berkisar antara 37 hingga 88 mg per cangkir, tergantung pada jumlah bubuk yang dilarutkan.
3. Teknik Penyajian
Berdasarkan ulasan Everyday Health, teh hijau pada umumnya dinikmati dengan menyeduh kantong teh atau daun kering dalam air panas. Sementara itu, matcha yang berbentuk bubuk halus harus dikocok menggunakan alat khusus bernama whisk agar tercampur sempurna. Selain diminum langsung, bubuk matcha juga sangat fleksibel untuk dicampurkan ke dalam kue, smoothie, atau aneka minuman dingin lainnya.
4. Karakteristik Rasa
Cita rasa yang ditawarkan teh hijau cenderung ringan, segar, dengan sentuhan aroma rumput serta sedikit rasa pahit yang lembut, terutama jika diseduh dingin. Berbeda dengan itu, matcha memiliki profil rasa yang lebih intens (bold), ada sensasi manis alami, serta tekstur yang terasa lembut dan berbusa saat selesai dikocok.
5. Proses Produksi
Merujuk pada data Art of Tea, teh hijau tumbuh di bawah paparan sinar matahari secara langsung, sedangkan matcha harus diletakkan di tempat teduh selama tiga minggu sebelum masa panen untuk meningkatkan kadar klorofilnya. Saat panen tiba, teh hijau diproses menggunakan mesin, sementara daun matcha dipetik secara manual, dibersihkan dari tulang daunnya, lalu digiling menggunakan batu hingga menjadi bubuk halus yang berwarna hijau cerah.
Setelah memahami perbedaan mendalam di atas, Anda kini dapat menentukan pilihan mana yang paling pas dengan selera serta tujuan kesehatan Anda. Jadi, apakah Anda lebih menyukai matcha atau teh hijau?.(cnni)


