Medan, SeputarSumut — Momentum Bulan Bung Karno yang rutin diperingati setiap bulan Juni dimanfaatkan oleh dr Sofyan Tan selaku Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan untuk memberikan seruan kepada kalangan pelajar agar mendalami profil, gagasan, serta rekam jejak perjuangan Ir Soekarno selaku Proklamator Republik Indonesia yang menjadi fundamen dalam membentuk kepribadian generasi penerus bangsa.
Aktivitas penyampaian edukasi tersebut disosialisasikan oleh Sofyan Tan di sela-sela pelaksanaan safari roadshow agenda Peringatan Bulan Bung Karno yang dipusatkan di dua lokasi, yakni Yayasan Perguruan Rahmat Islamiyah yang beralamat di Jalan Bakti, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, serta di Sekolah Amaliyah yang berlokasi di Jalan Tani Asli, Desa Tanjung Gusta, Deli Serdang, pada Sabtu (27/6).
Sorot Politik: Peringati Bulan Bung Karno Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan Ajak Pelajar Medan dan Deli Serdang Teladani Sejarah Proklamator
Jalannya rangkaian kegiatan yang sarat dengan nuansa patriotisme tersebut diikuti secara antusias oleh ratusan murid beserta guru. Aura merah putih disertai letupan semangat nasionalisme tampak mendominasi atmosfer perhelatan sewaktu para siswa mengikuti ragam segmen acara yang mengeksplorasi nilai-nilai kebhinekaan, Pancasila, serta implementasi semangat gotong royong seturut wejangan dari Bung Karno.
Saat menyampaikan kata sambutan, Sofyan Tan melontarkan pandangan bahwa perhelatan Bulan Bung Karno sejatinya bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan belaka. Lebih jauh, agenda berkala ini difungsikan sebagai instrumen pendidikan karakter demi mengedukasi sejarah bangsa sekaligus menyuntikkan nilai-nilai kebangsaan kepada kalangan muda sejak usia dini.
“Anak-anak sekolah harus mulai dibiasakan mengenal Bulan Bung Karno. Sejak dini mereka perlu akrab dengan sejarah bangsa, mengenal siapa Bung Karno, memahami pemikiran-pemikirannya, serta menghayati nilai-nilai Pancasila yang beliau rumuskan sebagai dasar negara,” ujar legislator Dapil Sumut 1 itu.
Dirinya menjabarkan bahwa perayaan Bulan Bung Karno mengantongi nilai historis yang teramat vital lantaran pada kalender bulan Juni tercatat ada tiga memori peristiwa besar yang melekat erat dengan linimasa perjalanan Indonesia.
Faktor pertama, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila yang merujuk pada momen Bung Karno membacakan pidato bersejarah yang mengonstruksi dasar negara Indonesia. Faktor kedua, tanggal 6 Juni ditandai sebagai hari kelahiran Bung Karno selaku sosok Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Faktor ketiga, tanggal 21 Juni menjadi penanda hari wafatnya Bung Karno yang mewariskan khazanah pemikiran besar untuk Indonesia.
“Bulan Juni menjadi bulan yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat sejarah lahirnya Pancasila, kelahiran Bung Karno, hingga wafatnya beliau. Karena itu, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk kembali mengingat, memahami, sekaligus mengamalkan nilai-nilai perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di samping itu, Sofyan Tan memberikan penekanan bahwa di tengah kepungan arus globalisasi yang masif, kemajuan teknologi informasi, serta bermacam-macam problematika dalam kehidupan bernegara, generasi muda sangat memerlukan sandaran nilai yang kokoh agar karakteristik identitas sebagai bangsa Indonesia tidak luntur.
Ia mengemukakan bahwa ideologi Pancasila merupakan warisan paling agung dari sosok Bung Karno yang sampai detik ini teruji andal memayungi persatuan negara yang tersusun atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, keragaman bahasa daerah, serta kemajemukan agama.
“Pemikiran Bung Karno telah memberikan landasan negara yang kokoh. Pancasila menjadi tameng paling ampuh dalam menjaga persatuan bangsa serta mencegah terjadinya disintegrasi. Karena itu, generasi muda harus memahami bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama,” tegasnya.
Figur legislator Senayan yang konsisten menyuarakan program pendidikan inklusif ini juga memberikan motivasi kepada para siswa agar menyerap nilai patriotisme Bung Karno yang senantiasa menomorsatukan ikatan persatuan, budaya gotong royong, mental keberanian, hingga rasa cinta yang tinggi terhadap tanah air.
Menurut perspektif Sofyan Tan, sektor pendidikan tidak boleh sekadar berorientasi untuk melahirkan anak didik yang unggul dari segi akademik semata, melainkan wajib ikut mencetak manusia Indonesia yang dibekali oleh karakter kuat, moral integritas, sikap toleransi, serta kepekaan sosial terhadap sesama.
“Anak-anak kita harus menjadi generasi yang mencintai bangsanya, menghargai perbedaan, rajin belajar, serta memiliki semangat gotong royong. Itulah nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno dan tetap relevan hingga saat ini,” ujarnya.
Dirinya mengimbuhkan bahwa pengadaan program Bulan Bung Karno di area sekolah merupakan sebuah manifestasi nyata dalam menguatkan pendidikan karakter sekaligus menyebarkan nilai-nilai luhur Pancasila lewat metode yang interaktif bagi peserta didik. Dirinya berharap agar implementasi kegiatan serupa dapat bergulir secara kontinu di lingkungan sekolah lain agar jiwa nasionalisme serta rasa cinta tanah air dapat terus bersemai subur di dada generasi muda.
Penyelenggaraan Peringatan Bulan Bung Karno di lingkungan Sekolah Amaliyah dan Yayasan Perguruan Rahmat Islamiyah berjalan dengan limpahan atensi positif, di mana sesi akhir acara diramaikan dengan agenda penyaluran buku tulis bernuansa merah putih yang dilengkapi dengan semboyan Anak Hebat, Indonesia Raya.
Esensi dari spirit Bulan Bung Karno, dalam pandangan Sofyan Tan, ditargetkan mampu terus mentransformasi diri menjadi energi kolektif demi mempertebal jalinan persatuan, mempertajam pendidikan karakter, sekaligus menyiapkan barisan generasi penerus yang kompeten mengawal Indonesia menuju era depan yang lebih maju, berkeadilan, serta berkepribadian dalam kebudayaan sesuai dengan impian luhur Bung Karno dan garis perjuangan PDI Perjuangan.(Siong)


