Jakarta, SeputarSumut — Momentum sakral Idulfitri 1447 Hijriah disambut dengan berbagai pesan penyejuk dari sejumlah pejabat negara yang melaksanakan Salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (21/3). Dalam kesempatan tersebut, para tokoh bangsa memberikan penekanan khusus pada pentingnya memelihara rasa syukur, solidaritas nasional, serta menjaga persatuan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Ucapan selamat hari raya mengalir dari Pimpinan MPR RI, Ahmad Muzani, yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat di tanah air. “Atas nama pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, saya Ahmad Muzani menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutur Muzani mengawali pernyataannya.
Sorot Politik: Pesan Persatuan dan Syukur Pejabat Negara dalam Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal
Harapan besar disematkan Muzani agar perayaan kemenangan ini mampu menjadi perekat persaudaraan dan kerukunan bagi seluruh elemen bangsa. Ia menginginkan agar nilai-nilai persatuan yang telah terbina dengan baik selama ini dapat tumbuh semakin kokoh, membawa kedamaian, serta menciptakan suasana kehidupan berbangsa yang lebih harmonis.
Selain itu, Muzani mengajak warga untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial serta memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa terlindungi dari berbagai marabahaya dan bencana. “Berbuatlah yang terbaik untuk saudara-saudara kita agar kita menjadi orang yang berguna bagi kehidupan bersama,” tambahnya sebagai pesan pengingat untuk saling membantu antarsesama.
Apresiasi Solidaritas Presiden di Aceh
Kehadiran Presiden yang memilih melaksanakan Salat Id di Aceh tahun ini turut menjadi sorotan positif bagi Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Muzani menilai langkah Presiden tersebut merupakan simbol solidaritas yang nyata bagi masyarakat di wilayah Sumatera yang sempat terdampak musibah besar pada bulan November lalu.
Pandangan serupa disampaikan oleh Sultan Bachtiar yang melihat tindakan tersebut sebagai cermin kepemimpinan yang mau hadir langsung di tengah rakyatnya. “Presiden sebagai kepala negara hadir, merasakan, kemudian salat di lokasi bersama masyarakat, itu sesuatu yang sangat baik dan penting,” jelas Ketua DPD RI tersebut mengenai keberadaan kepala negara di bumi Serambi Mekkah.
Sultan juga memberikan catatan penting mengenai urgensi menjaga kekompakan bangsa di tengah situasi internasional yang penuh gejolak. Baginya, aset paling berharga yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah persatuan, kesatuan, keharmonisan, serta keberlanjutan tali silaturahmi antarwarga.
Terkait perbincangan mengenai anggaran kementerian dan lembaga yang tengah beredar, Sultan menilai pemerintah pasti telah memiliki dasar pertimbangan yang matang. Ia meyakini bahwa setiap kebijakan eksekutif sudah melalui perhitungan yang jelas sesuai dengan regulasi, aturan main, serta undang-undang yang berlaku.
Dukungan publik disebut Sultan sebagai faktor kunci selama kebijakan pemerintah diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat luas. Ia mengajak semua pihak untuk melihat kebijakan tersebut secara objektif sesuai koridor hukum yang ada.
Ajakan Menag untuk Mensyukuri Stabilitas Bangsa
Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pesan mendalam dengan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersyukur atas stabilitas negara yang relatif terjaga. Ia membandingkan kondisi Indonesia yang jauh lebih kondusif jika disandingkan dengan situasi yang tengah dialami beberapa negara lain seperti Bangladesh, Pakistan, Filipina, hingga Thailand.
Nasaruddin juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kelancaran rangkaian ibadah Ramadan dan Idulfitri di Masjid Istiqlal yang mampu menampung ratusan ribu jemaah dengan tertib. Diperkirakan jumlah jemaah yang memadati masjid tersebut mencapai lebih dari 500 ribu orang, namun tetap terkendali berkat sistem pengamanan yang sangat ketat.
Keamanan dan kenyamanan jemaah selama beribadah menjadi prestasi tersendiri bagi pengelola masjid nasional tersebut. “Zero accident, tidak ada kecelakaan, tidak ada pencurian, tidak ada pencopetan,” tegas Nasaruddin mengenai kualitas penyelenggaraan Salat Id tahun ini.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pola pengelolaan Masjid Istiqlal kini telah mendapatkan pengakuan luas dari dunia internasional. Hal ini tidak terlepas dari standar kebersihan yang tinggi serta sistem manajemen yang dinilai sangat efektif dan efisien dalam melayani umat.(*/cnni)


