Tarutung, SeputarSumut – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Seni Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang akan diselenggarakan di Salib Kasih, Tapanuli Utara. Lamhot menilai acara ini jauh lebih dari sekadar ajang seni rohani, melainkan sebuah momentum spiritual yang bersejarah bagi seluruh Tanah Batak.
Salib Kasih, lokasi penyelenggaraan Pesparawi, memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Kristen Batak. Tempat ini diyakini sebagai titik nol penyebaran Kekristenan di Tanah Batak, yang dimulai sejak pelayanan misionaris Jerman bernama Ingwer Ludwig Nommensen pada tahun 1861.
Sorot Politik: Pesparawi Salib Kasih: Simbol Kebangkitan Spiritual Tanah Batak
Lamhot menjelaskan bahwa Nommensen datang sebagai utusan dari lembaga misi RMG, Jerman. Misionaris legendaris ini memulai pelayanannya di Huta Dame, Tarutung, dan berhasil membangun komunitas awal yang saat ini dikenal sebagai gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
“Dari titik inilah cahaya iman mulai menerangi Tanah Batak. Salib Kasih menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan,” ujar Lamhot pada Sabtu (9/11/2025). Ia menambahkan, digelarnya Pesparawi di lokasi bersejarah ini secara otomatis menjadi simbol kebangkitan spiritual masyarakat Batak.
Pesparawi dijadwalkan akan dihelat pada Senin, 11 November, di area Salib Kasih. Acara ini akan diikuti oleh 25 kontingen dari berbagai gereja, dengan total sekitar 1.000 peserta yang akan berkompetisi dalam perlombaan paduan suara, vokal grup, dan musik rohani Kristen.
Tidak hanya perlombaan, acara ini juga diramaikan oleh kegiatan budaya Batak, termasuk penampilan tortor, pameran UMKM, serta doa bersama. Lamhot Sinaga meyakini, “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.”
Sinergi kuat merupakan kunci kesuksesan acara ini. Lamhot Sinaga berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara. Dukungan teknis juga datang dari lembaga penyiaran seperti TVRI dan RRI, serta Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
Dengan sinergi lintas sektor ini, Lamhot berharap dapat mendorong dan memperkenalkan potensi wisata rohani di kawasan Danau Toba, yang merupakan destinasi super prioritas nasional. “Kita ingin daerah ini dikenal bukan hanya karena alamnya, tetapi juga kekayaan spiritual dan budayanya,” tegasnya.
Pesparawi kali ini menawarkan total hadiah sebesar Rp70 juta bagi para peserta terbaik dalam berbagai kategori perlombaan. Lamhot percaya, penyelenggaraan di Salib Kasih akan memberikan dampak positif yang luas di bidang sosial, wisata, dan ekonomi bagi seluruh masyarakat sekitar.
“Saya percaya, kegiatan seperti ini menjadi magnet baru wisata rohani nasional,” katanya. Ia berharap Pesparawi dapat dijadikan agenda tahunan yang konsisten menumbuhkan nilai iman, budaya, dan ekonomi masyarakat Batak.
“Pesparawi ini bukan sekadar lomba, melainkan perayaan iman dan kebersamaan. Dari Salib Kasih, semangat kasih itu akan terus menyebar ke seluruh penjuru Tanah Batak,” tutup Lamhot dengan penuh harap.(*/rri)


