Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Pilgub Sumut Berpeluang 2 Poros: Bobby Versus Edy Rahmayadi

Oleh Redaksi 15
Rabu, 5 Juni 2024
Foto: Edy dan Bobby

Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution. (dok. Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Wali Kota Medan Bobby Nasution berpeluang head to head dengan mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut. Peluang itu dinilai muncul usai pertemuan Bobby dengan Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck.

“Pasca-pertemuan Bobby-Ijeck beberapa waktu lalu, yang memberi sinyal Ijeck mundur dari kandidasi dan Golkar mendukung Bobby, maka satu nama populer lagi adalah Edy Rahmayadi,” kata Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza, Selasa (4/6/2024).

Sorot Politik: Pilgub Sumut Berpeluang 2 Poros: Bobby Versus Edy Rahmayadi

Iklan Indako SeputarSumut

Edy sendiri digadang-gadang bakal maju dengan diusung PDIP yang bisa mencalonkan sendiri. Namun, PDIP sendiri sejauh ini belum memastikan Edy bakal mereka usung.

“Namun, PDIP belum memunculkan dan memastikan nama Edy sebagai calon mereka. Bisa jadi, partai tersebut punya figur lain,” ucapnya.

Sehingga Bobby akan head to head dengan Edy dinilai berpeluang. Keduanya akan melaju dari partai dengan kekuatan berbeda.

Berita Terkait

Sinkronisasi Regulasi Menjadi Kunci Penting untuk Memperkuat Pelindungan Cagar Budaya di Indonesia

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

“Kalau kita simulasikan Edy vs Bobby, bisa saja head to head. Dua figur populer dengan dukungan partai yang berbeda kekuatan,” ujarnya.

Bobby sendiri sejauh ini dinilai mampu mengonsolidasikan Partai Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat untuk mendukungnya. PPP sendiri dinilai berpeluang mendukung Bobby nantinya.

“Kalau Bobby nampak telah mengkonsolidasikan kekuatan dari beberapa partai seperti Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat. Mungkin ditambah PPP,” jelasnya.

Sehingga partai yang bisa digaet Edy sendiri tinggal PDIP, NasDem, PKB, hingga Perindo. Namun peta politik untuk Pilgub Sumut masih dinilai dinamis.

“Praktis yang tersedia partai lain PDIP, Nasdem, PKS, PKB, Perindo. Masih dinamis untuk melihat seberapa besar peluang masing-masing calon,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, tersiar kabar Partai Golkar akan mengusung Wali Kota Medan Bobby Nasution di Pilgub Sumut 2024. Kabar itu berhembus usai pertemuan Bobby dengan Ketua DPD I Golkar Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck.

Bobby pun buka suara terkait kabar itu, dan tak menampik adanya dukungan dari Partai Golkar. Awalnya Bobby enggan membuka isi pertemuannya dengan Ijeck dan menyebut isi pertemuannya rahasia.

“Bicara rahasia lah, kalau rame-rame jadi apa lah, hasilnya nanti disampaikan langsung,” kata Bobby Nasution di Medan, Minggu (2/6/2024) malam.

Meskipun demikian, Bobby menyebut Golkar bakal mengusung dirinya sebagai bocoran. Dia meminta agar didoakan terkait hal itu.

“Ya bocor-bocoran mungkin lah ya (sambil ketawa), Mudah-mudahan doain,” ujarnya.

Bobby, menantu Presiden Joko Widodo juga diketahui telah resmi menjadi kader Partai Gerindra. Kartu Tanda Anggota (KTA)-nya menjadi kader parpol besutan Prabowo Subianto itu dia terima saat resmi mendaftar sebagai Balon Gubsu di Kantor DPD Partai Gerindra Sumut di Jalan Sudirman, Medan, Senin (20/5/2024).

Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu memastikan Bobby akan diprioritaskan partainya dalam kontestasi Pilgub Sumut lantaran telah menjadi kader Gerindra. Kendati begitu ia mengatakan keputusan tetap berada di tangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Jadi prioritas (Bobby). Kewenangan penuh dari keputusan untuk mencalonkan di ketua umum, Pak Prabowo,” kata Irawan, dilansir Tirto, Kamis (24/5/2024).

Di sisi lain, posisi Bobby masuk ke Gerindra tentu akan memengaruhi rencana Golkar yang ingin mengusung Bobby-Musa Rajekshah dalam Pilgub Sumut. Sebagai catatan, Golkar sudah menugaskan Musa Rajekshah yang disapa Ijeck dan Bobby Nasution untuk maju sebagai calon Gubernur Sumut di Pilkada 2024.

Namun Partai Golkar sendiri menghormati sikap Bobby masuk Gerindra. Wakil Ketua Partai Golkar, Melki Laka Lena, mengatakan, sikap penentuan Golkar dalam rencana mengusung Bobby-Ijeck akan melihat survei. Ia yakin Golkar sudah menyiapkan beragam skenario, tetapi semua pasti akan berbasis survei. Ia yakin DPP akan memutuskan yang terbaik.

“Nanti, kan, DPP akan memutuskan yang terbaik. Yang penting kan menang dan bisa mengurus kota dan seluruh provinsi, kabupaten/kota akan pakai pola yang kurang lebih sama. Kalau Golkarnya tinggi, kami bisa di nomor 1, kalau Golkarnya mungkin yang dari partai lain lebih tinggi, nomor 2, nanti tergantung survei,” kata Melki di Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Jika mengacu pada perolehan suara Pileg 2024, Golkar memeroleh kursi terbanyak dengan 22 kursi dari total 100 kursi di DPRD Sumut. Dengan kata lain, Golkar bisa mengusung sendiri dalam Pilkada Sumut. Selain Golkar, PDIP juga bisa mengusung sendiri dengan 21 kursi. Selain itu, berturut-turut di bawah Golkar dan PDIP antara lain: Gerindra (13 kursi), NasDem (12 kursi), PKS (10 kursi), PAN (6 kursi), Demokrat dan Hanura (5
kursi), PKB (4 kursi), dan PPP serta Perindo (1 kursi).

Analis politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai aksi Bobby tergolong cerdas dengan masuk Gerindra. Ia menilai, Bobby akan mendapat keuntungan berganda dengan masuk Gerindra. Sebab, kata dia, Bobby perlu kendaraan partai politik untuk maju Pilgub Sumut dan Gerindra menjadi kendaraan paling ideal jika dilihat dari sisi politik elektoral.

“Jadi itu strategi yang menurut saya yang bagus dari Bobby agar bisa mengamankan tiket di pilkada. Di saat yang sama juga akan mendapatkan dukungan dari partai-partai lain di KIM dan juga agar bisa unggul dan menang ketika didukung oleh Gerindra yang Prabowo-nya presiden dan didukung oleh koalisi pemerintah yang baru, koalisi Indonesia Maju begitu,” kata Ujang.

Ujang menilai, rekomendasi Bobby-Ijeck akan tetap hidup. Ia beralasan, kans kemenangan Bobby tinggi karena tidak hanya didukung oleh Presiden Jokowi sebagai mertuanya, melainkan juga pengaruh Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih selaku Ketua Umum Partai Gerindra, apalagi proses kampanye akan berlangsung di era kepemimpinan Prabowo.

Ujang yakin, kondisi Bobby akan memaksa Golkar untuk menurunkan ego dengan memastikan Ijeck sebagai pendamping Wali Kota Medan itu di Pilgub Sumut.

Di sisi lain, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bisa saja meminta Ijeck menjadi pendamping Bobby demi realitas keuntungan politik Golkar. Alhasil, Pilgub Sumut hanya akan diikuti dua poros, yakni kubu Bobby versus kubu Edy Rahmayadi yang kini bergerilya mencari rekomendasi.

“Kalau saya sih melihatnya akan ada dua poros, akan ada dua pasangan, akan terjadi head-to-head. Kayaknya Bobby dengan pasangannya, bisa dengan Ijeck, bisa dengan yang lain. Lalu ada, apa namanya, Edy Rahmayadi dengan pasangannya,” kata Ujang.

“Jadi saya melihat Ijeck itu posisinya Golkar ya, khususnya mendukung Bobby seperti itu. Jadi dalam konteks realita politik seperti itu, maka ya akan terjadi head-to-head dua pasangan. Saya melihatnya ke arah sana sih,” tutur Ujang.

Analis sosio-politik ISESS, Musfi Romdoni, menilai wajar bila Bobby maju Pilgub Sumut. Ia menilai, hal itu tidak lepas dari posisi Bobby yang mempunyai momentum, yakni sebagai menantu presiden untuk mengincar kursi tertinggi di daerah dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara.

“Status Bobby sebagai menantu presiden membuatnya mendapatkan surplus pemberitaan. Sejak awal, dapat dikatakan popularitas Bobby sudah bertarung di kancah nasional, bukan lagi di seputaran Kota Medan,” kata Musfi.

Musfi menilai situasi Bobby saat ini mungkin tidak serta-merta menang. Namun, peluang Bobby memang besar. Ia mengacu pada temuan Charta Politica pada September 2022, elektabilitas Bobby bahkan sudah melewati Edy Rahmayadi. Bobby 35,1%, sedangkan Edy 34,3%.

“Ini kan menarik. Ini antara kinerja Edy sebagai Gubernur Sumut kurang memuaskan, atau kinerja Bobby di Medan mendapat kepuasan publik yang cukup tinggi,” kata Musfi.

Musfi menilai, permasalahan partai bukan menjadi masalah bagi Bobby. Ia malah melihat partai sudah menarget agar suami Kahiyang Ayu itu maju di Pemilihan Gubernur Sumut seperti Gerindra, Golkar hingga NasDem.

Selain itu, pilihan Bobby ke Gerindra akan membuat partai besutan Prabowo itu mengejar kursi gubernur daripada wakil, meski total kursi Gerindra hanya di peringkat ketiga.

Di sisi lain, peluang Bobby-Ijeck akan menjadi rasional untuk memenangkan Pilgub Sumut. Oleh karena itu, Musfi melihat hanya akan ada dua poros di Pilgub Sumut yakni Bobby-Ijeck melawan Edy Rahmayadi.

“Saya kira hanya dua poros. Cukup sulit membayangkan Golkar membangun koalisi sendiri dengan mengusung Ijeck. Melihat gestur Golkar selama ini yang mendekat ke Bobby, saya kira Golkar akan memutuskan untuk mengusung Bobby-Ijeck. Sementara Edy kemungkinan besar akan diusung PDIP. Bagaimanapun, status Edy sebagai petahana membuatnya memiliki magnet tersendiri,” kata Musfi. (detiksumut/tirto/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com