seputar-Jakarta | Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Kusworo menyebut pilot pesawat Smart Air Kapten M Yusuf yang jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara, menangis saat ditemukan. Kusworo menilai Kapten Yusuf terharu dirinya bisa ditemukan setelah berupaya melempar kode SOS.
“Bisa, bisa, bisa, dari awal (komunikasi) kan bisa nangis. Mungkin kan terenyuh dia, kan dia sudah melaksanakan SOS code ya ke kita memang itu prosedur yang ada. Tentunya dari tim pencari saat itu juga dibantu oleh teman-teman kita dari TNI AU jadi lewat Boeing 737 dari Makassar,” kata Kusworo kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Lintas Nasional: Pilot Smart Air Menangis saat Ditemukan Usai 3 Hari Bertahan di Hutan
Kusworo mengatakan Kapten Yusuf bisa ditemukan lantaran terlihat adanya kepulan asap dan pergerakan sinyal. Hal itu yang menjadi acuan tim SAR untuk melakukan pertolongan.
“Dia (TNI AU lewat Boeing 737) bisa memantau ada asap dan ada pergerakan sinyal dan ada tanda-tanda khusus yang memperkirakan bahwa saat itu tim yang mendeteksi bahwa ini dibikin oleh manusia yang hidup,” ujar Kusworo.
“Jadi di situ bisa ambil suatu kesimpulan bahwa ini masih ada tanda-tanda kehidupan, maka dari itu segera dikerahkan saat itu dari Tarakan personel maupun pesawatnya saat itu ada TNI AD dan selanjutnya AU,” katanya.
Kusworo mengatakan saat ini kondisi Kapten Yusuf berangsur membaik. Ia berharap Kapten Yusuf segera pulih.
“Jadi sejak awal ditemukan memang kondisinya masih lemah terus ada penanganan awal dari tim kita, dari Basarnas maupun dibantu oleh SAR gabungan yang relatif sudah melaksanakan tindakan awal sampai dengan mengevakuasi naik ke pesawat dievakuasi sampai dengan bandara. Selanjutnya kalau saya pantau sudah stabil ya, jadi ya insyaallah mudah-mudahan cepet sehatlah,” sambungnya.
Pilot pesawat Smart Air, Kapten M Yusuf yang jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara ditemukan selamat pada Minggu (10/3) usai 3 hari bertahan hidup di tengah hutan.
Tim Search and Rescue (SAR) dan patroli udara menemukan Kapten M Yusuf, berkat lambaian tangan sang kapten. Kapten Yusuf pun berhasil dievakuasi dari puing-puing pesawat jenis pilatus tersebut di wilayah Alur Subaka, Desa Binuang, Kecamatan Krayan Tengah.
“Ada lambaian tangan dari bawah, itu pada pukul 12.43 Wita,” kata Kapolsek Krayan Selatan Ipda Andi Iwan saat dihubungi detikcom, Minggu (10/3).
Tim SAR gabungan selanjutnya mengevakuasi pilot dan enginer pesawat Smart Air tersebut. Pilot ditemukan selamat, sementara enginernya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Untuk diketahui, pesawat Smart Air mulanya lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (8/3), pukul 09.25 Wita. Pesawat itu juga ditumpangi seorang teknisi atau engineer bernama Deni S.
Dalam perjalanan, pesawat milik maskapai Smart Avitation itu hilang kontak. Pesawat yang mengangkut sembako untuk warga tersebut sedianya dijadwalkan tiba di Binuang, Krayan Selatan, Nunukan, pada pukul 10.25 Wita.
“Saat pencarian udara tersebut pada titik koordinat 03° 42.900′ N 115° 56. 538′ E, terlihat ada tanda-tanda seperti puing bangkai pesawat di sekitaran Alur Subaka,” kata Iwan.
Tim SAR gabungan lantas dikerahkan melakukan pencarian via darat dan udara. Puing-puing pesawat ditemukan lewat patroli udara pada Sabtu (9/3) sore. (detikcom/ss)


