Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Daerah

Pj Gubernur Aceh: Gempa dan Tsunami 2004 Membukakan Pintu Perdamaian Tanah Rencong

Oleh Redaksi 15
Kamis, 26 Desember 2024
Foto: Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, didampingi unsur Forkopimda Aceh menekan tombol sirene untuk mengenang Tsunami Aceh bersamaan dengan berhentinya kegiatan masyarakat untuk Tafakur selama 3 menit, di Halaman Masjid Raya Baitturahman Banda Aceh, Kamis (26/12/2024). (Foto Humas Pemerintah Aceh)

Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, didampingi unsur Forkopimda Aceh menekan tombol sirene untuk mengenang Tsunami Aceh bersamaan dengan berhentinya kegiatan masyarakat untuk Tafakur selama 3 menit, di Halaman Masjid Raya Baitturahman Banda Aceh, Kamis (26/12/2024). (Foto Humas Pemerintah Aceh)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA menyatakan bahwa peristiwa gempa bumi dan tsunami Aceh 2004 telah membukakan pintu perdamaian bagi tanah rencong yang juga sedang dalam konflik berkepanjangan.

“Tsunami telah membuka pintu perdamaian di Aceh. Konflik yang telah berlangsung selama 30 tahun, akhirnya menemui titik terang,” kata Safrizal ZA di Banda Aceh, Kamis.

Kabar Daerah: Pj Gubernur Aceh: Gempa dan Tsunami 2004 Membukakan Pintu Perdamaian Tanah Rencong

Iklan Indako SeputarSumut

Pernyataan itu disampaikan dalam acara puncak peringatan 20 tahun tsunami Aceh yang bertajuk Aceh Thanks the World di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Bencana tsunami, kata dia, membuka mata semua pihak bahwa perdamaian merupakan jalan terbaik untuk membangun Aceh.

Kemudian, pada 15 Agustus 2005 atau hanya delapan bulan setelah tsunami, Pemerintah RI dan GAM menandatangani nota kesepahaman damai atau MoU di Helsinki, Finlandia.

Berita Terkait

Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian

Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar

“MoU Helsinki mengakhiri konflik berkepanjangan dan membuka lembaran baru bagi Aceh,” ujar Safrizal.

Ia menyampaikan bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh 20 tahun lalu merupakan ujian berat dari Allah SWT untuk Aceh, dimana gempa berkekuatan magnitudo 9,1, disusul gelombang tsunami telah menghantam pesisir Aceh.

Dalam hitungan menit, merenggut lebih dari 170 ribu nyawa dan menghancurkan sekitar 250 ribu rumah, ratusan sekolah, puluhan rumah sakit, dan berbagai infrastruktur vital lainnya. “Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Namun, kata Safrizal, di tengah kekalutan itu, Allah SWT memperlihatkan kepada semua akan kuasaNya melalui cahaya kemanusiaan yang begitu terang.

Ketika berita tentang tsunami Aceh menyebar ke seluruh dunia, komunitas internasional bergerak dengan kecepatan dan solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kemanusiaan modern.

Lebih dari 60 negara, ratusan organisasi internasional, dan ribuan relawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Aceh, membawa bantuan, harapan, dan semangat untuk bangkit kembali.

“Kita menyaksikan bagaimana dunia bersatu untuk Aceh. Kita menyaksikan bagaimana ribuan relawan internasional bekerja tanpa kenal lelah. Bahkan, ada yang sampai mengorbankan nyawa mereka demi membantu Aceh,” ujarnya.

Kini, tambah dia, musibah dahsyat tersebut sudah 20 tahun berlalu, meskipun masih teringat dalam sanubari. Semuanya juga tetap harus bersyukur kepada Allah SWT, dan bersama mengucapkan terima kasih kepada dunia yang telah membantu Aceh.

“20 tahun telah berlalu, ingatan tentang bencana dahsyat itu tetap hidup dalam sanubari kita. Rasa syukur kita kepada Allah SWT dan terima kasih kita kepada dunia tetap terpatri dalam hati kita (masyarakat Aceh),” kata Safrizal ZA.(antara)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com