seputar-Medan | Puluhan petani dari Koperasi Kelompok Tani Betahamu, Kabupaten Asahan-Batu Bara, mendatangi Markas Kodam I/Bukit Barisan di Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (19/6/2024). Kedatangan mereka untuk menuntut penyelesaian konflik lahan yang telah mereka sewa sejak Desember 2021 namun hingga kini belum bisa dikelola.
“Kedatangan kami ini hanya untuk meminta penjelasan dan penyelesaian konflik tanah. Lahan seluas 89 hektare yang kami sewa dari Puskopkar seharusnya sudah menjadi hak kami sejak Desember 2021, tetapi hingga kini kami tidak bisa mengaksesnya karena ada penggarap lain,” kata Maju Situmorang, anggota Koperasi Tani Betahamu di depan Markas Kodam I/BB.
Info Medan: Puluhan Petani Datangi Markas Kodam I/BB Tuntut Kejelasan Sewa Lahan
Maju Situmorang menjelaskan sejak tahun 2021 kelompok mereka telah menyewa lahan seluas 89,36 hektare dari Pusat Koperasi Kartika A Kodam I Bukit Barisan (Puskopkar) dengan biaya sebesar Rp331 juta. Namun, lahan tersebut tidak dapat digunakan karena ada pihak lain yang mengklaim dan menggarap lahan tersebut.
Menurut Maju konflik ini sering memicu keributan antara para petani yang menyewa lahan dengan kelompok yang diduga menggarap lahan tanpa izin. Petani berharap pihak Kodam I/BB bisa membantu menyelesaikan sengketa ini agar mereka dapat segera memanfaatkan lahan tersebut.
Awalnya, para petani berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kodam I/BB. Namun mereka diminta untuk tidak berdemo dan hanya perwakilan yang diperbolehkan masuk ke dalam untuk berdiskusi.
“Kami diterima oleh Kepala Staf Kodam, Kepala Hukum, dan pejabat lainnya,” jelas Maju.
Dalam pertemuan selama beberapa jam, Kasdam I/BB menyampaikan bahwa sementara ini semua pihak dilarang bercocok tanam di lahan tersebut hingga masalah selesai. Kasdam juga berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Bupati, Kapolres, dan Dandim untuk menyelesaikan masalah ini.
“Kami diminta untuk menunggu sampai ada penyelesaian lebih lanjut. Pihak Kodam I/Bukit Barisan akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan konflik ini,” ucap Maju.
Maju berharap masalah ini dapat segera diselesaikan agar mereka bisa memanfaatkan lahan yang telah mereka sewa secara sah.
“Kedatangan kami jauh jauh dari kampung halaman ke Kodam I/Bukit Barisan ini mengharapkan adanya kejelasan hukum dan perlindungan kepada kami sebagai orang kecil,” tutup Maju. (red)


