Jakarta, SeputarSumut – Warga Eropa meluapkan kemarahan mereka di jalanan dengan menggelar demonstrasi besar. Puluhan ribu orang mengecam keras tindakan Israel yang melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Global Sumud Flotilla berlayar dari Barcelona pada bulan September dengan sedikitnya 45 kapal, dalam upaya menentang blokade bantuan yang diberlakukan Israel di Gaza. Armada ini tidak hanya membawa pasokan bantuan, tetapi juga sejumlah politikus dan aktivis dari berbagai negara, termasuk Swedia.
Dunia Internasional: Puluhan Ribu Warga Eropa Protes Keras Tindakan Israel Cegat Global Sumud Flotilla Bawa Bantuan ke Gaza
Angkatan laut Israel dilaporkan telah mencegat 41 kapal GSF di perairan Gaza. Akibatnya, lebih dari 400 orang yang berada di puluhan kapal tersebut ditangkap dan kini ditahan oleh pihak militer Israel.
Gelombang Protes di Spanyol, Prancis, dan Italia
Barcelona menjadi lokasi demonstrasi sekitar 15.000 orang yang memprotes keras tindakan Israel. Kepolisian setempat mengonfirmasi massa meneriakkan slogan-slogan seperti “Boikot Israel,” “Gaza, kamu tidak sendirian,” dan “Kebebasan untuk Palestina,” seperti dilansir AFP pada Kamis (2/10).
Rekaman yang ditayangkan oleh televisi publik Spanyol menunjukkan momen ketika massa dipukul mundur oleh polisi anti huru-hara setelah berupaya memanjat barikade keamanan.
Madrid juga mencatat jumlah demonstran yang signifikan, dengan setidaknya 10.000 orang turut serta dalam aksi protes serupa. Selain itu, pada Kamis malam, unjuk rasa juga berlangsung di berbagai kota Spanyol lainnya, seperti Valencia, Bilbao, dan Sevilla.
Di antara kapal-kapal GSF yang dicegat Israel, salah satunya diketahui membawa Ada Colau, mantan wali kota Barcelona. Saat ini, Colau dan rekan aktivisnya termasuk Mandla Mandela, cucu dari Nelson Mandela—menghadapi ancaman deportasi dari Israel.
Unjuk rasa di Paris menarik sekitar 1.000 orang di Place de la Republique. Sementara itu, insiden penangkapan terjadi di kota pelabuhan Marseille, Prancis selatan, di mana sekitar seratus pengunjuk rasa pro-Palestina ditahan. Mereka ditangkap setelah berusaha memblokir akses ke kantor produsen senjata Eurolinks, yang diyakini memasok komponen militer ke Israel.
Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di Italia untuk mendesak Perdana Menteri Giorgia Meloni mengambil sikap membela para aktivis. Sebagai bentuk solidaritas terhadap GSF, serikat-serikat buruh utama di Italia juga telah melayangkan seruan untuk melakukan mogok massal pada hari Jumat. Para demonstran menyuarakan tekad mereka dengan berteriak, “Mesin genosida harus segera dihentikan,” dan menegaskan, “Kami siap memblokir segalanya.”
Protes Meluas ke Brussels dan Jenewa
Brussels juga ramai dengan sekitar 3.000 demonstran yang berkumpul di depan gedung Parlemen Eropa. Di tengah kerumunan, di mana bom asap dan petasan diledakkan, terlihat sebuah spanduk yang mendesak Uni Eropa untuk segera “mematahkan pengepungan.”
Unjuk rasa dengan jumlah massa yang sebanding juga terjadi di Jenewa. Pengunjuk rasa, yang didominasi oleh kalangan muda, terlihat menyalakan api unggun di area dekat stasiun pusat kota. Saat mereka bergerak menuju jembatan Mont Blanc di kota Swiss tersebut, mereka dihadang barisan polisi anti huru-hara. Setelah sempat terjadi bentrokan singkat, polisi berhasil memukul mundur para demonstran.
Solidaritas Global
Protes solidaritas juga meluas ke luar Eropa. Puluhan orang melakukan unjuk rasa di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia, tepat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, yang dikenal sebagai sekutu utama Israel.(*/cnni)


