Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Puncak Musim Hujan Desember-Januari, BMKG: Waspada Banjir & Longsor

Oleh Redaksi 15
Minggu, 2 November 2025
Foto: ilustrasi banjir.(Istimewa)

ilustrasi banjir.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Warga Indonesia diingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang diprediksi terjadi saat puncak musim hujan.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, puncak musim hujan di berbagai wilayah Indonesia akan berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026. Puncak utama dari periode ini diperkirakan terjadi pada Desember 2025 sampai Januari 2026.

Lintas Nasional: Puncak Musim Hujan Desember-Januari, BMKG: Waspada Banjir & Longsor

Iklan Indako SeputarSumut

“Ini adalah fase yang perlu benar-benar diwaspadai, bahkan disiagakan, tidak hanya waspada. Ini fasenya sudah siaga karena potensi meningkatnya curah hujan tinggi atau ekstrem dan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor semakin meningkat,” tegas Dwikorita. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers virtual bertajuk ‘Kesiapsiagaan Menghadapi Puncak Musim Hujan’ pada Sabtu (1/11).

Dwikorita menjelaskan, kondisi ini diperkuat oleh dua faktor, yaitu mulai aktifnya angin muson yang datang dari arah Asia dan membawa massa udara lembap dari Samudra ke daratan Indonesia, serta adanya anomali suhu muka laut positif di sebagian besar perairan Indonesia.

Dia menambahkan, “Suhu laut yang hangat ini meningkatkan penguapan dan memperkaya pasokan uap air di atmosfer sehingga memperkuat potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.”

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

Selain faktor-faktor tersebut, BMKG memprediksi fenomena La Nina lemah akan berlangsung di Indonesia hingga tahun depan. Meskipun terdeteksi sejak November 2025 dan diperkirakan berlanjut hingga Desember 2025 serta Januari-Februari 2026, BMKG memperkirakan dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak akan signifikan.

“Memang telah diprediksi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia berada di atas rata-rata normal. Namun, menurut para ahli klimatologi di BMKG, peningkatan itu bukan disebabkan oleh La Nina lemah ini, melainkan lebih disebabkan oleh semakin hangatnya suhu muka air laut tadi,” tutur Dwikorita.

Lebih lanjut, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Wilayah selatan Indonesia, kata Dwikorita, mulai memasuki periode aktif siklon tropis sejak bulan November. Fenomena ini berpotensi memengaruhi pola cuaca nasional dan meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai daerah.

Aktivitas siklon tropis dari selatan ini dapat membawa angin kencang, badai besar, dan hujan deras, khususnya di wilayah pesisir selatan Indonesia, mencakup Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Maluku bagian selatan.

“Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan, serta memicu banjir besar, banjir bandang, dan juga longsor atau bencana hidrometeorologi, dan tentunya mengakibatkan dampaknya berupa kerusakan,” katanya.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sinopsis Enola Holmes 3, Millie Bobby Brown Kembali Hadapi Misteri Penculikan Sherlock Holmes di Malta
  • Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian
  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com