Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Puncak Waisak, Menag Ajak Umat Buddha Teladani Siddharta Gautama

Oleh Redaksi 15
Selasa, 13 Mei 2025
Foto: Menteri Agama saat memberi sambutan pada puncak acara Waisak, di Borobudur, Jateng, Senin Malam(12/5/2025).(Istimewa)

Menteri Agama saat memberi sambutan pada puncak acara Waisak, di Borobudur, Jateng, Senin Malam(12/5/2025).(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Magelang – Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha untuk meneladani laku spiritual Siddhartha Gautama yang penuh welas asih, keberanian, dan pengorbanan demi kemanusiaan.

Hal tersebut diungkapkan Menag saat memberi sambutan pada perayaan puncak Waisak 2569 BE/2025 M di Candi Borobudur, Jateng, Senin (12/5/2025).

Lintas Nasional: Puncak Waisak, Menag Ajak Umat Buddha Teladani Siddharta Gautama

Iklan Indako SeputarSumut

Menag menekankan pentingnya kontemplasi sebagai inti dari perayaan Waisak. Ia membedakan antara konsentrasi dan kontemplasi.

“Konsentrasi mengajak kita keluar untuk fokus pada sesuatu di luar diri. Tapi kontemplasi mengajak kita masuk, merenungi siapa sesungguhnya diri kita dan apa arti kehidupan,” ujarnya di hadapan ribuan umat Buddha dari dalam dan luar negeri.

Ia menilai bahwa ajaran dan perjalanan hidup Siddhartha Gautama sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern yang rentan kehilangan arah spiritual.

Berita Terkait

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

“Bayangkan, beliau meninggalkan dua kerajaan besar demi mencari makna sejati kehidupan. Beliau tidak mabuk kuasa, tidak larut dalam kemewahan, tetapi justru menjadi simbol pengorbanan tertinggi bagi umat manusia,” kata Menag.

Program Kemenag dan Ajaran Buddha

Menag Nasaruddin juga menyampaikan bahwa sejumlah program Kementerian Agama saat ini selaras dengan nilai-nilai ajaran Buddha. Salah satunya adalah pengembangan Kurikulum Cinta, yaitu kurikulum pendidikan agama yang mengedepankan nilai kasih sayang universal.

“Kalau ada orang mengatasnamakan agama tapi menyebarkan kebencian, itu sesungguhnya bukan agama. Semua agama, termasuk Buddha, adalah ajaran cinta,” tegasnya.

Selain itu, Ia memperkenalkan program ekoteologi, sebuah pendekatan keberagamaan yang menekankan harmoni antara manusia dengan alam. Nasaruddin menyebut ajaran Buddha sebagai salah satu tradisi agama yang sangat kuat nilai-nilai ekoteologisnya, yakni menghormati semua makhluk hidup dan seluruh alam semesta.

Menag juga menyoroti pentingnya peran para pemuka agama, para guru, termasuk para Bhikkhu dan Sangha, sebagai sosok yang lebih dari sekadar pengajar melainkan sebagai guru. “Guru dalam bahasa Sanskerta berarti ‘obor yang mengusir kegelapan’. Mereka adalah pembawa terang dalam kehidupan spiritual umat,” ungkapnya.

Karenanya, Menag mengajak untuk para pemuka agama bersama-sama untuk berperan untuk kembali merekatkan umat dengan ajaran agamanya. Karena tantangan saat ini adalah adanya jarak antara ajaran agama dengan pemeluknya.

“Maka, ukuran keberagamaan kita adalah seberapa besar kita menyatu dengan ajaran agama kita. Selama umat masih berjarak dengan ajarannya, tugas para pemuka agama, ulama, bhiksu, pendeta, pastor, itu belum selesai,” tegasnya.

Selain itu, Menag juga mengajak semua umat lintas agama untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman. “Toleransi bukan menyamakan yang berbeda, bukan pula membedakan yang sama. Tapi menjalani hidup damai dan saling mencintai di tengah perbedaan. Inilah makna sejati dari Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya.

Di akhir sambutan, Menag kembali mengajak semuanya untuk merenungi serta berkontemplasi untuk kembali mengenali diri.

“Mari ajak keluarga kita, di mana pun berada, untuk kembali merenung dan berkontemplasi: Siapa sesungguhnya diri kita? Jika kita bisa melakukan ini, saya yakin dunia sosial kita akan berubah lebih baik,” tukasnya.(redaksi)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com