seputar-Medan | Rahmansyah Sibarani resmi dilantik sebagai Ketua Umum Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara (Sumut) periode 2023-2028.
Pelantikan Rahmansyah dan jajaran Pengurus Fokal IMM Sumut lainnya belangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Medan, Sabtu (27/7/2024).
Info Medan: Rahmansyah Sibarani Ajak Alumni IMM Saling Membesarkan
Dalam sambutannya Rahmansyah Sibarani menegaskan dalam menyikapi Pilkada serentak di Sumut, PW Fokal IMM Sumut secara organisasi mengambil sikap tidak berada pada posisi mendukung atau memenangkan calon manapun.
Hal itu ditandai pada acara pelantikan ini, pihaknya sengaja tidak mengundang satu calon kepala daerah manapun.
“Hal ini disebabkan Pengurus Fokal IMM Sumut ini terdiri dari berbagai profesi baik politisi, akademisi, hingga kalangan pengusaha sehingga menghindari terjadinya kecemburuan yang mengarah pada perpecahan. Biarlah diri para pengurus sendiri secara pribadi yang berada mendukung dan memenangkan pasangan calon yang ingin didukungnya masing-masing,” kata Rahmansyah yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut.
Politisi Partai NasDem itu juga mengajak seluruh alumni IMM bersama-sama membesarkan IMM khususnya Fokal IMM.
“Mari kita besarkan organisasi yang besar ini (Fokal IMM) dengan berbagai latar belakang kita masing-masing. Serta kita diharapkan bisa saling membesarkan dalam meraih posisi yang strategis di masyarakat maupun pemerintahan,” ajaknya
Sebelumnya Pengurus Fokal IMM Sumut periode 2023-2024 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Fokal IMM Yusuf Warsyim.
Pelantikan turut disaksikan jajaran alumni IMM dari berbagai profesi, unsur Forkopimda Sumut, serta dari Aisyiyah Sumut, Pemuda Muhammadiyah, Pelajar Muhammadiyah, dan mahasiswa Muhammadiyah, dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah.
Yusuf Warsyim yang hadir mewakili Ketua Umum PP Fokal IMM dalam sambutannya mengatakan ikrar janji yang disampaikan pengurus harus dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.
“Semua prestasi agar dipertahankan, yang belum baik diperbaiki. Karena kekurangan itu adalah kodrat kita sebagai manusia yang harus terus kita jadikan sebagai evaluasi,” kata Yusuf Warsyim yang juga Komisioner Kompolnas RI.
Yusuf menyebutkan Fokal IMM diharapkan mampu memainkan peran alternatif yang tidak tumpang tindih dengan Muhammadiyah. Peran alternatif yang dapat dimainkan Fokal IMM tentu berlandaskan pada tiga arah yakni pendampingan dan pemenuhan kebutuhan ikatan alumni.
Kemudian melakukan kajian pada persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan, dan ketiga pada arah pengabdian baik ke perserikatan, umat, bangsa dan negara. “Kita tidak boleh tutup mata pada perkembangan dinamika perkembangan masyarakat,kebangsaan dan negara,” tegasnya.
Yusuf juga mengajak Fokal IMM jangan menutup mata dalam melihat perkembangan dan persoalan politik dan hukum yang ada di tanah air dan daerah. “Fokal IMM harus turut serta terdepan dalam menyikapi persoalan dan mengawal proses hukum yang ada di tanah air dan daerah,” katanya
Turut memberikan sambutan Ketua Umum Demisioner Fokal IMM Sumit Sahlan Marpaung, Ketua Dewan Pertimbangan Fokal IMM Sumut Ibrahim Sakty Batubara, serta mewakili Pj Gubsu Agus Fatoni, dan laporan Ketua Panitia Ahmad Khairuddin. (red)


