seputar-Medan | Jumlah petugas Pemilu 2024 yang jatuh sakit kian bertambah. Di Sumatera Utara terdata sebanyak 266 petugas jatuh sakit pasca hari pencoblosan, Rabu (14/2) lalu.
“Sejak tanggal 13 Februari kita sudah mendapat laporan terkait faskes-faskes di kabupaten kota baik di rumah sakit maupun puskesmas. Setiap hari kita meng-update dari H minus 1 pemilu, dan sampai hari H tanggal 14 Februari 2024 ada 82 orang masuk rumah sakit dan puskesmas,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sumut, dr Nelly M Kes.
Nelly menjelaskan, dari 266 petugas tersebut, dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia yakni petugas dari Kabupaten Langkat dan Kota Medan.
Info Medan: Ratusan Petugas Pelaksana Pemilu di Sumut Sakit dan 2 Meninggal
“Dua meninggal dunia, 1 dari Medan dan 1 lagi berasal dari Langkat,” jelasnya.
Adapun penyebab petugas yang jatuh sakit hingga meninggal dunia adalah karena kelelahan, hipertensi dan sakit perut paling banyak dikeluhkan oleh petugas.
“Itu akibat kelelahan yang bekerja sampai tengah malam melakukan penghitungan suara. Hal ini juga disebabkan makan tidak teratur sehingga lemah dan dilarikan ke rumah sakit, yang paling banyak hipertensi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nelly menjelaskan bahwa para petugas yang mengalami sakit tersebut akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sudah dijamin oleh pemerintah sesuai surat edaran dari staf kepresidenan.
“Memang ada surat edaran dari staf kepresidenan jika petugas pelaksana pemilu mengalami sakit namun tidak memiliki jaminan kesehatan mereka akan dicover oleh dinkes provinsi maupun kabupaten kota. Ada juga kita temukan dari petugas ini tidak aktif kartu BPJS nya namun tetap bisa berobat karena telah dijamin akan kesehatannya,” pungkasnya. (tvonenews)


