Jakarta, SeputarSumut – Otoritas Amerika Serikat menangkap 475 orang dalam razia imigran besar-besaran di Hyundai Metaplant, Ellabell, Georgia, Kamis (4/9). Mayoritas dari mereka adalah warga negara Korea Selatan yang diduga tinggal dan bekerja secara ilegal di AS.
Razia yang berlangsung rusuh ini dilakukan oleh beberapa lembaga penegak hukum, termasuk ICE dan FBI. Menurut Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan Georgia, beberapa orang bahkan nekat menceburkan diri ke kolam limbah untuk melarikan diri, sehingga petugas harus menggunakan perahu untuk mengevakuasi mereka.
Dunia Internasional: Razia Imigran Besar-besaran di Pabrik Hyundai Georgia, 475 Orang Ditangkap
Seorang pekerja konstruksi yang tak ingin disebutkan namanya menggambarkan razia itu “seperti zona perang”. Menurutnya, petugas federal meminta semua pekerja berdiri di dekat dinding selama satu jam untuk diperiksa, lalu mereka yang lolos diberi secarik kertas bertuliskan “cleared to depart.”
Menanggapi insiden ini, juru bicara Hyundai menyatakan bahwa pihak perusahaan tidak percaya orang-orang yang ditangkap adalah pekerja dari Hyundai Motor Company. Mereka menjelaskan bahwa penggerebekan terjadi di area pabrik baterai yang merupakan proyek gabungan Hyundai dan LG.
“Hyundai berkomitmen untuk mematuhi sepenuhnya undang-undang dan peraturan di setiap pasar tempat kami beroperasi,” kata juru bicara Hyundai.
Senada dengan itu, Chief Manufacturing Officer Hyundai Motor North America, Chris Susock, menambahkan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan internal untuk memverifikasi apakah pemasok dan subkontraktor mereka mematuhi hukum.
Terkait hal ini, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga ikut merespons. Melalui juru bicaranya, Lee Jae Woong, Kemlu Korsel menyatakan keprihatinan atas penangkapan warga negara mereka.
“Kegiatan ekonomi perusahaan kami yang berinvestasi di AS dan kepentingan warga negara kami tidak boleh dilanggar secara berlebihan selama proses penegakan hukum,” tegas Lee Jae Woong.
Schrank, agen khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS, menegaskan bahwa operasi ini merupakan hasil dari penyelidikan kriminal yang telah dilakukan selama beberapa bulan sebelumnya dan penangkapan dilakukan berdasarkan bukti yang kuat.(*/cnni)


