Jakarta, SeputarSumut — Skema rangkaian upacara pemakaman bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dijadwalkan bakal dilangsungkan di tiga kota berbeda, yang meliputi Teheran, Qom, serta Mashhad.
Pernyataan dari Wakil Wali Kota Teheran untuk urusan sosial dan budaya, Mohammad Amin Tavakolizadeh, menyebutkan bahwa jajaran otoritas terkait pada saat ini tengah melakukan rupa-rupa persiapan guna menyambut kedatangan sekitar 15 sampai 20 juta pelayat yang diprediksi akan memadati wilayah ibu kota.
Dunia Internasional: Rencana Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Akan Diselenggarakan di Tiga Kota Iran
Lebih lanjut, Tavakolizadeh memaparkan bahwa jalannya prosesi pemakaman mendiang Khamenei di kawasan Teheran bakal memakan waktu setidaknya selama 24 jam penuh. Pasca-agenda di Teheran rampung dilaksanakan, pelaksanaan seremoni kedukaan tersebut nantinya akan diteruskan ke Kota Qom dan berakhir di Kota Mashhad.
Dalam kalkulasi perkiraannya, Tavakolizadeh menilai bahwa Kota Mashhad berpotensi besar menjadi titik pusat berkumpulnya para peziarah yang berdatangan dari luar negeri, termasuk dari negara Pakistan, Afghanistan, India, hingga Bangladesh.
“Sesuai dengan wasiat dan rekomendasi kerabat, tempat pemakaman Imam yang syahid (Ali Khamenei) akan berada di sebelah makam suci Imam Reza,” ucapnya.
Mengenai waktu pelaksanaannya, agenda upacara besar ini kemungkinan bakal diselenggarakan pada periode akhir bulan Dzulhijjah atau bertepatan dengan pertengahan Juni, sebagaimana dikutip dari laporan Middle East Monitor (MEMO).
Catatan latar belakang peristiwa menunjukkan bahwa Ali Khamenei mengembuskan napas terakhirnya pada 28 Februari silam akibat imbas dari serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel dan Amerika Serikat ke kediaman pribadinya. Dirinya dilaporkan wafat bersama dengan sang istri, anak, beserta menantunya dalam insiden tersebut.
Prosesi pemakaman bagi mendiang Khamenei sendiri sempat mengalami penundaan yang cukup lama lantaran rentetan aksi serangan dari pihak Amerika Serikat dan Israel masih terus bergulir hingga memasuki awal bulan April. Adapun untuk kondisi saat ini, pihak Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah berada dalam status gencatan senjata serta sedang terlibat di dalam meja negosiasi damai yang terpantau belum kunjung mencapai kata sepakat.(*/cnni)

