Jakarta, SeputarSumut — Sikap blak-blakan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi politik PDI Perjuangan saat ini yang memilih menjadi satu-satunya partai politik di luar kabinet pemerintahan. Dalam pandangannya, Prabowo mengutarakan bahwa dirinya kerap kali memikirkan berbagai kritik yang dilayangkan oleh para politikus dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut sesaat sebelum beristirahat, yang mana tidak jarang ungkapan kritis itu mendatangkan rasa pilu di dalam hatinya.
“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” kata Prabowo dalam pidatonya di Rapat Paripurna ke-19 DPR, Rabu (20/5).
Lintas Nasional: Respons Prabowo Subianto Terkait Sikap PDIP Berada di Luar Pemerintahan Sebut Kritiknya Keras
Walaupun merasakan kepedihan atas tajamnya pernyataan tersebut, Prabowo menyatakan tetap bisa memahami bahwa setiap kritik yang dilontarkan pasti memiliki landasan tersendiri. Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, biarpun sebuah kritikan terkadang memicu rasa sakit, namun hal tersebut justru menjadi instrumen penting yang mampu menyelamatkan jalannya roda pemerintahan.
Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghormati serta menghargai prinsip politik yang diambil oleh PDIP demi berdiri di luar lingkar kekuasaan. Sikap respek ini tetap ia tunjukkan meskipun pada masa-masa awal dirinya menghendaki agar tidak ada kubu oposisi yang terbentuk di dalam parlemen.
Alasannya, menurut Prabowo, sistem jalannya pemerintahan yang bergulir tanpa adanya kekuatan oposisi dinilai kurang baik bagi keberlangsungan iklim demokrasi. Ia memandang bahwa sosok pemimpin pada tingkat apa pun sudah sepatutnya memiliki kesiapan untuk terus diawasi sekaligus dikritik oleh pihak lain.
“Dan saya hormati dan hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balance. Saya paham dan mengerti PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” katanya.
Di hadapan para menteri kabinet, barisan ketua umum partai politik, serta 451 anggota DPR yang mengikuti langsung persidangan tersebut, Prabowo melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada PDIP atas keteguhan mereka untuk tetap konsisten menempatkan diri di luar kabinet nasional.
“Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” katanya.(*/cnni)


