Lhokseumawe, SeputarSumut — Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah tinggal berkonstruksi semi permanen milik seorang warga bernama Ferizal (60) yang terletak di kawasan Jalan Kenari, Desa Uteuen Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Penjelasan mengenai insiden tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan, Pemadam Kebakaran, dan Logistik BPBD Kota Lhokseumawe, Rudi Irawan, yang menyatakan bahwa dugaan sementara penyebab kemunculan api dipicu oleh korsleting listrik.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas Damkar BPBD Kota Lhokseumawe langsung bergerak menuju lokasi kejadian kebakaran dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit kendaraan pickup L-300 Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD,” kata Rudi kepada AJNN, Kamis, 10 Juni 2026.
Kabar Daerah: Rumah Semi Permanen di Lhokseumawe Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik
Rincian mengenai objek yang mengalami musibah kebakaran tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) yang terdiri dari empat jiwa. Adapun identitas dari para penghuni bangunan rumah itu meliputi Ferizal (60), Nurlela (60), Putri Rauzatul Jannah (23), serta Oka Elvinas (35).
Aksi penanganan langsung dilakukan oleh tim pemadam kebakaran begitu sampai di lokasi dengan menyemprotkan air guna mengisolasi kobaran api agar tidak meluas ke bangunan sekitar. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 45 menit sampai api benar-benar padam, walaupun kondisi bangunan beserta seluruh harta benda di dalamnya dilaporkan telah habis terbakar.
Beruntung tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa ataupun korban yang mengalami luka-luka akibat peristiwa kebakaran tersebut.
“Saat kejadian, pemilik rumah sedang beraktivitas di luar, dan diketahuinya dari warga sekitar rumah. Karena rumahnya habis terbakar, petugas sudah membuat tenda darurat untuk sementara waktu,” sebutnya.
Terkait dengan latar belakang pemicu kebakaran, Rudi menjelaskan bahwa data awal mengindikasikan adanya hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, kepastian mengenai penyebab utama kejadian tersebut masih menunggu hasil proses penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Langkah antisipasi di masa mendatang diharapkan dapat dilakukan oleh warga dengan meningkatkan faktor kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kelaikan instalasi listrik di tempat tinggal masing-masing agar tetap aman dan memenuhi standar teknis yang berlaku guna menghindari terulangnya kasus serupa.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada kebakaran, periksa instalasi listrik secara berkala, hindari kabel rusak atau sambungan ilegal. Jangan meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, jauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api, sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di rumah. Dan jika terjadi kebakaran agar tetap tenang dan segera keluar dari rumah, hubungi Damkar, jangan kembali masuk untuk mengambil barang,” imbuhnya.(*/ajnn)

