Senin, Juli 6, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Rupiah Dibuka Terkoreksi, Dolar AS naik Menjadi Rp 16.450

Oleh Redaksi 15
Senin, 19 Mei 2025
Foto: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Senin (19/5/2025) dibuka pada level Rp16.450/US$.(Istimewa)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Senin (19/5/2025) dibuka pada level Rp16.450/US$.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Nilai tukar rupiah terlihat mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah penurunan rating yang dilakukan oleh Moody’s terhadap AS. Hal ini menunjukkan dampak langsung dari keputusan lembaga pemeringkat tersebut terhadap mata uang domestik kita.

Berdasarkan data dari Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari Senin (19/5/2025) dibuka pada level Rp16.450/US$, mencatatkan pelemahan sebesar 0,09%. Ini menunjukkan bahwa pasar merespons negatif terhadap berita penurunan rating tersebut.

Berita Ekonomi: Rupiah Dibuka Terkoreksi, Dolar AS naik Menjadi Rp 16.450

Iklan Indako SeputarSumut

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) mengalami penurunan sebesar 0,25% menjadi 100,84 pada pukul 08:57 WIB. Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun dolar AS melemah, rupiah masih tertekan lebih dalam akibat faktor eksternal yang mempengaruhi kepercayaan pasar.

Dengan demikian, situasi ini mencerminkan ketidakpastian yang ada di pasar keuangan global, di mana keputusan Moody’s dapat memicu reaksi berantai terhadap nilai tukar mata uang lainnya, termasuk rupiah. Hal ini menjadi perhatian bagi para pelaku pasar dan investor.

Secara keseluruhan, perkembangan ini menandakan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah. Para analis diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari penurunan rating ini.

Berita Terkait

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur di Sumatera Utara dengan Desain Baru dan Fitur Canggih

KAI Divre I Sumut Layani 140.747 Pelanggan Kereta Api Selama Masa Libur Sekolah 2026

Mata uang Asia sebagian besar juga menguat terhadap dolar di awal sesi Asia, dibantu oleh penurunan peringkat kredit AS pada hari Jumat.

Dengan “semua hal sama dan mengesampingkan tarif,” dolar dapat melemah sementara mata uang Asia menguat mengingat fokus pada keberlanjutan fiskal AS kali ini, kata Michael Wan dari MUFG Bank dalam sebuah laporan penelitian.

Lebih lanjut, sebagian besar imbal hasil obligasi pemerintah AS naik pada perdagangan awal Asia setelah Moody’s Ratings pada hari Jumat menurunkan peringkat kredit AS menjadi Aa1 dari Aaa.

Greenback diperkirakan akan melemah awal minggu ini, terutama terhadap EUR, GBP, dan JPY, menyusul penurunan peringkat kredit pemerintah AS, kata tim Riset Ekonomi & Pasar Global CBA dalam sebuah laporan penelitian.

Namun, “kami tidak memperkirakan penurunan besar dalam USD karena keputusan Moody’s seharusnya tidak memengaruhi alokasi USD investor ketika dua lembaga pemeringkat kredit lainnya menurunkan peringkat AS pada tahun 2023 dan 2011,” tambah tim tersebut.

Sementara dari Bank Indonesia (BI), sentimen positif terlihat dari data transaksi 14 – 15 Mei 2025, secara agregat investor asing tercatat beli neto sebesar Rp4,14 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp4,52 triliun di pasar saham dan Rp1,14 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta jual neto sebesar Rp1,52 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Sepanjang tahun 2025 (year to date/ytd), berdasarkan data setelmen sampai dengan 15 Mei 2025, investor asing tercatat jual neto sebesar Rp52,53 triliun di pasar saham dan Rp20,54 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp29,10 triliun di pasar SBN.(sg)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur di Sumatera Utara dengan Desain Baru dan Fitur Canggih
  • KAI Divre I Sumut Layani 140.747 Pelanggan Kereta Api Selama Masa Libur Sekolah 2026
  • Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Belum Padam Selama 6 Hari, Ratusan Warga Mengungsi akibat Asap Pekat
  • Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 Diprediksi Naik Akibat Lonjakan Komponen Operasional
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Kylian Mbappe Bawa Prancis Menang 1-0 atas Paraguay dan Lolos ke Perempatfinal
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com