Jakarta, SeputarSumut – Penguatan nilai tukar rupiah terpantau di pasar spot pada perdagangan Selasa (11/11). Mata uang Garuda berhasil menguat sebesar 36 poin atau setara dengan 0,22 persen, menutup perdagangan di level Rp16.654 per dolar AS.
Kenaikan signifikan pada indeks kepercayaan konsumen Indonesia turut menjadi faktor pendukung penguatan rupiah hari ini, selain didorong sentimen risk on regional. Hal ini disampaikan oleh Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong. “Data yang menunjukkan kenaikan besar pada indeks kepercayaan konsumen Indonesia juga ikut mendukung rupiah,” katanya kepada CNNIndonesia.com.
Berita Ekonomi: Rupiah Perkasa: Menguat 0,22% Ditopang Sentimen Risk On dan Data Konsumen
Lukman Leong menambahkan bahwa rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar AS di tengah sentimen pasar yang cenderung mengambil risiko (risk on) di kawasan.
Di sisi lain, pergerakan nilai mata uang Asia menunjukkan variasi hingga sore ini. Dolar Singapura mencatat pelemahan tipis minus 0,02 persen, diikuti oleh baht Thailand yang turun 0,26 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, dan peso Filipina melemah 0,04 persen.
Senada dengan pergerakan mata uang Asia, mata uang utama negara maju juga menunjukkan variasi sore ini. Euro Eropa dan franc Swiss terpantau menguat masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,11 persen. Sementara itu, dolar Australia minus 0,24 persen dan dolar Kanada juga melemah 0,09 persen.
Untuk kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini mematok posisi rupiah pada level Rp16.698 per dolar AS.(*/cnni)


