Medan, SeputarSumut — Memasuki periode mudik Lebaran 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan penyesuaian strategi penyaluran energi. Jika sektor otomotif diprediksi melonjak, sektor industri justru diproyeksikan mengalami penurunan aktivitas secara signifikan seiring dengan masa libur panjang para pekerja.
Kondisi ini disampaikan oleh jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan mitra strategis dalam konferensi pers Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 yang berlangsung di Medan, Selasa (17/03/2026).
Berita Ekonomi: Satgas RAFI 2026: Sektor Industri Melandai, Pertamina Fokus Amankan Pasokan Listrik dan Transportasi Laut
Konsumsi BBM Industri Turun, Layanan PLN Jadi Prioritas
Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Anggoro Wibowo, menjelaskan bahwa penurunan aktivitas industri merupakan fenomena rutin setiap tahunnya saat masa Satgas RAFI. Fokus pelayanan kini dialihkan untuk mendukung sektor-sektor strategis yang melayani kepentingan publik secara langsung.
“Jadi industri selama periode Satgas sebagian besar mengurangi ataupun menghentikan operasionalnya dan para pekerjanya menuju ke kampung masing-masing. Jadi secara umum proyeksi kami penyaluran BBM untuk sektor industri selama masa Satgas ini akan turun sebesar kurang lebih 20,4% dibandingkan dengan rata-rata normal,” ungkap Anggoro Wibowo.
Meski permintaan industri manufaktur menurun, Anggoro menegaskan bahwa tim Corporate Sales tetap bekerja ekstra untuk mengamankan suplai energi bagi fasilitas umum.
“Kami di Corporate Sales di BBM Industri & Marine fokus untuk pelayanan ke PLN dan kapal-kapal penyeberangan atau PSO (Public Service Obligation) untuk melayani masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik ke wilayah masing-masing. Fokus pelayanan kami ke PLN untuk kebutuhan industri masyarakat dan untuk melayani kebutuhan PSO untuk kapal-kapal penyeberangan di berbagai wilayah yang ada di Sumbagut,” tambahnya.
Frekuensi Penerbangan Meningkat, Permintaan Avtur Melonjak
Kondisi berbeda terjadi di sektor aviasi. Wawan Hermawan: Region Manager Corporate Operation and Services mengungkapkan bahwa tren perjalanan udara di wilayah Sumbagut menunjukkan kenaikan frekuensi yang cukup tajam sejak pertengahan Maret. Dari 12 lokasi layanan aviasi di Sumbagut, kenaikan konsumsi bahan bakar pesawat (Avtur) sudah mulai terasa pada fase awal arus mudik.
“Dari 12 lokasi yang ada di Sumbagut, kita memang diprediksi kemarin tahap 14-15 Maret ini ternyata frekuensi penerbangan ini meningkat. Jadi penjualan kita yang biasanya itu hanya 800-900 KL, kemarin itu mencapai sampai 1.100 KL per hari,” ujar Wawan.
Ia memprediksi puncak kebutuhan Avtur akan terjadi kembali pada 19 Maret 2026. Hal ini sejalan dengan banyaknya maskapai (airliner) yang telah mengajukan extra flight untuk rute-rute gemuk seperti Kualanamu, Padang, dan Batam.
“Prediksi peningkatan di penerbangan di aviasi khususnya Avtur ini akan meningkat sekitar 10%. Bapak-bapak yang memang berencana mudik, jangan khawatir karena ada extra flight. Biasanya nanti tanggal 24 Maret saat arus balik dari Medan ke beberapa lokasi, terminal penerbangan akan sibuk lagi,” kata Wawan memberikan kepastian stok bagi pemudik udara.
Komitmen Hiswana Migas: SPBU Jalinsum Siaga 24 Jam
Dukungan penuh juga datang dari mitra penyalur melalui Hiswana Migas. Ketua DPD Hiswana Sumbagut, Razali Husein, menyampaikan komitmen seluruh anggota untuk memberikan layanan terbaik di lapangan, terutama di jalur-jalur utama mudik.
“Kami sudah menghimbau kepada semua SPBU khususnya di Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera), kami mohon mereka buka 24 jam. Meskipun nanti di hari raya pertama disaat sholat Id mungkin sedikit tersendat karena seluruh operator juga khususnya muslim ikut sholat Id, setelah itu kami buka semuanya,” tegas Razali Husein.
Razali juga mengapresiasi kerja sama pihak kepolisian dalam menangani panic buying serta dinas terkait yang rutin mengontrol kualitas dan kuantitas BBM di SPBU. Ia juga memastikan kelancaran administrasi penebusan BBM berkat dukungan perbankan.
“Kami berkoordinasi dengan beberapa perbankan plat merah yang telah menyetujui untuk tetap buka di hari-hari libur khusus melayani penembusan BBM untuk membantu kelancaran operasional di lapangan,” jelasnya.
Selain kesiapan BBM, Hiswana Migas juga meminta pengelola SPBU yang memiliki fasilitas Rest Area untuk memaksimalkan pelayanan pendukung. Tempat parkir, ruang istirahat, cafe, hingga minimarket diimbau tetap beroperasi 24 jam demi kenyamanan para pemudik yang melintasi wilayah Sumatera Bagian Utara.(Siong)

