Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Saudi Ultimatum UEA Tinggalkan Yaman

Oleh Redaksi 15
Selasa, 30 Desember 2025
Foto: Ilustrasi jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi.(Foto/Facebook RSAF)

Ilustrasi jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi.(Foto/Facebook RSAF)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali memuncak akibat situasi keamanan yang memburuk di Yaman baru-baru ini.

​Dalam sebuah pernyataan tegas, Kementerian Pertahanan Arab Saudi memberikan ultimatum kepada pasukan UEA untuk segera angkat kaki dari wilayah Yaman dalam kurun waktu 24 jam. Perintah ini muncul bersamaan dengan dukungan penuh Riyadh terhadap Ketua Dewan Presidensi Yaman, Rashad Al Alimi.

Dunia Internasional: Saudi Ultimatum UEA Tinggalkan Yaman

Iklan Indako SeputarSumut

​Langkah keras tersebut diambil setelah angkatan udara Saudi meluncurkan serangan ke sebuah pelabuhan di Yaman, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Operasi ini menandai eskalasi serius dalam dinamika koalisi militer di wilayah tersebut.

​Pihak Saudi mengklaim bahwa serangan udara itu dilakukan untuk melumpuhkan aktivitas bongkar muat persenjataan. Mereka mendeteksi adanya pengiriman kendaraan tempur dari UEA yang ditujukan bagi salah satu faksi militer lokal di Yaman.

​Berdasarkan keterangan resmi dari Saudi Press Agency, awak dari dua kapal yang bersandar di pelabuhan tersebut sengaja mematikan sistem pelacakan otomatis. Hal ini dilakukan demi menurunkan pasokan senjata dalam jumlah besar untuk memperkuat posisi Dewan Transisi Selatan (STC).

Berita Terkait

Korps Garda Revolusi Iran Serang Lokasi Milik AS di Kawasan Teluk Balas Gempuran Militer Amerika

Indeks Panas di Bangkok Tembus 51,9 Derajat Celsius dan Masuk Kategori Bahaya

​”Karena adanya ancaman nyata dan eskalasi dari masuknya persenjataan ini, angkatan udara Koalisi memutuskan untuk melakukan operasi militer terbatas pagi ini di Pelabuhan Al Mukalla,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Saudi.

​Perbedaan kepentingan menjadi akar masalah, di mana UEA berdiri di belakang Dewan Transisi Selatan (STC). Kelompok STC sendiri memiliki visi untuk menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang pernah memproklamasikan kemerdekaan di masa lalu.

​Manuver politik STC di lapangan semakin agresif dengan mulai mengusir unit-unit militer pemerintah di bawah Dewan Presidensi Yaman serta kelompok-kelompok sekutu mereka. Hal inilah yang memicu reaksi keras dari pihak Riyadh.

​Menanggapi tindakan separatis tersebut, Arab Saudi bersama pasukan koalisi menegaskan komitmen mereka untuk melindungi pemerintahan sah di Sanaa. Mereka siap mengambil langkah militer guna memerangi kelompok-kelompok yang mencoba memecah kedaulatan Yaman.

​Sebagai upaya terakhir secara persuasif, Riyadh telah menyampaikan tuntutan kepada pasukan separatis agar segera meninggalkan Yaman dengan damai sebelum tindakan lebih lanjut diambil.

​Insiden penyerangan di pelabuhan Al Mukalla ini diprediksi akan membuka kembali kotak pandora konfrontasi langsung antara Saudi dan UEA. Kedua kekuatan besar di Teluk ini kini berada di posisi yang saling berhadapan karena membela faksi yang bertikai di tanah Yaman.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com