Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Sejarah! Hati Babi Berhasil Dicangkok ke Pasien Kanker

Oleh Redaksi 15
Kamis, 30 Mei 2024
Foto: Operasi Medis

Foto: Ilustrasi operasi medis. (Dok. Pixabay)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Tim dokter dari Tiongkok berhasil melakukan transplantasi hati atau liver babi ke manusia. Ini merupakan sebuah tonggak sejarah terbaru yang memecahkan rekor bagi para peneliti transplantasi hewan ke manusia yang dikenal sebagai xenotransplantasi.

Dalam sebuah postingan di akun WeChat, operasi transplantasi itu dilakukan di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Anhui, Hefei, Tiongkok, pada 17 Mei 2024. Adapun pasiennya adalah seorang pria berusia 71 tahun yang menderita kanker hati kronis.

Dunia Internasional: Sejarah! Hati Babi Berhasil Dicangkok ke Pasien Kanker

Iklan Indako SeputarSumut

Pada 24 Mei, dikabarkan pasien dapat berjalan dengan bebas, dan tidak ditemukan reaksi penolakan hiperakut atau akut, sistem koagulasi tidak terganggu, dan fungsi hati telah kembali normal.

Dikutip South China Morning Post, pencapaian ini menyusul terobosan lain pada bulan Maret, yang dilakukan oleh tim dokter Tiongkok dari Universitas Kedokteran Angkatan Udara yang mentransplantasikan hati babi pertama yang telah disunting gennya ke pasien yang menderita kematian otak.

Komite etika transplantasi organ Tiongkok menyetujui penelitian ini karena pasien tersebut memiliki tumor besar di lobus kanan hatinya yang tidak merespons pengobatan lain dan menimbulkan risiko pecah.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Hati babi seberat 514 gram, yang berisi 10 pengeditan gen untuk mencegah penolakan dan disfungsi organ, ditransplantasikan ke pasien setelah dokter memastikan lobus kiri hatinya tidak mampu memberikan fungsi yang memadai dengan sendirinya.

“Saat ini, hati babi yang ditransplantasikan mengeluarkan sekitar 200ml empedu setiap hari,” kata direktur rumah sakit Sun Beicheng, menurut laporan People’s Daily.

Hasil pemindaian memastikan aliran darah di arteri hepatik, vena portal, dan vena hepatik dari hati babi yang ditransplantasikan benar-benar normal seminggu setelah operasi.

Menurut universitas, keberhasilan operasi ini akan memungkinkan xenotransplantasi hati babi masuk ke klinik.

Namun, terlepas dari kemajuan dalam xenotransplantasi dalam beberapa tahun terakhir, masih terdapat kekhawatiran etis seputar praktik ini, termasuk kemungkinan penolakan organ dan potensi penularan penyakit.

Pada Maret, seorang pasien di Amerika Serikat menjadi orang pertama di dunia yang menerima transplantasi ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik, sebuah prosedur yang sebelumnya hanya dilakukan pada pasien yang meninggal secara klinis. Namun, pasien yang menderita gagal ginjal stadium akhir itu meninggal mendadak awal bulan ini. Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, tempat prosedur tersebut dilakukan, mengatakan tidak ada indikasi bahwa kematiannya disebabkan oleh transplantasi.

Kemudian pasien AS kedua, yang menerima ginjal babi yang telah diedit gennya pada bulan April, masih hidup dan membawa harapan bagi pengembangan xenotransplantasi dari babi ke manusia.

Kendati demikian, kompleksitas hati yang berperan dalam fungsi utama tubuh seperti metabolisme dan kekebalan memberikan tantangan yang lebih besar dibandingkan ginjal dan jantung, sehingga para peneliti AS berpendapat bahwa fungsinya terlalu kuat untuk xenotransplantasi. (cnbcindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com