Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Singapura Gempar, Menteri Transportasi Terbukti Terima Gratifikasi Rp5 Miliar

Oleh Redaksi 15
Selasa, 24 September 2024
Foto: Mantan menteri transportasi Singapura dinyatakan bersalah karena menerima hadiah atau gratifikasi saat menjabat. (Foto: EPA)

Mantan menteri transportasi Singapura dinyatakan bersalah karena menerima hadiah atau gratifikasi saat menjabat. (Foto: EPA)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Singapura | Mantan menteri transportasi Singapura telah dinyatakan bersalah karena menerima hadiah atau gratifikasi saat menjabat, setelah ia mengaku bersalah di pengadilan setempat. Subramanian Iswaran, 62 tahun, awalnya didakwa melakukan korupsi lalu berubah menjadi gratifikasi pada awal persidangannya pada Selasa (24/9/2024).

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik jarang terjadi di Singapura. Negara ini kerap membanggakan citranya yang bersih, namun kasus Iswaran telah menggemparkan negara tersebut.

Dunia Internasional: Singapura Gempar, Menteri Transportasi Terbukti Terima Gratifikasi Rp5 Miliar

Iklan Indako SeputarSumut

Iswaran sekarang menghadapi denda atau hingga dua tahun penjara untuk setiap dakwaan menerima hadiah atau gratifikasi, dibandingkan dengan hukuman korupsi yang mengharuskan denda hingga USD100.000 atau hingga tujuh tahun penjara. Iswaran adalah pejabat politik pertama di Singapura yang diadili di pengadilan dalam 50 tahun terakhir.

Ia terkenal karena membawa Grand Prix Formula 1 ke negara kepulauan Asia Tenggara tersebut. Kompetisi terbarunya berakhir beberapa hari sebelum ia hadir di pengadilan. Lembar dakwaan mengungkap bahwa ia diberi hadiah lebih dari 403.000 dolar Singapura (Rp4,7 miliar), berupa tiket pesawat, penginapan hotel, musikal, dan tiket grand prix.

Tak lama setelah dakwaan dikeluarkan pada bulan Januari, Iswaran mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut dan mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan, dengan mengatakan bahwa ia akan fokus membersihkan namanya.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Taipan properti Ong Beng Seng disebut dalam dakwaan tersebut, sering kali sebagai pihak yang diduga menawarkan suap. Ong memiliki hak atas Grand Prix Singapura, sementara Iswaran adalah penasihat panitia pengarah balapan. Perusahaan Ong, Hotel Properties, juga memiliki 38 hotel dan resor yang beroperasi di bawah merek-merek seperti Four Seasons, Hard Rock Hotels, dan Concorde, menurut Refinitiv Eikon dari Bursa Efek London.

Ong ditangkap tahun lalu bersama Iswaran tetapi belum didakwa atas pelanggaran apa pun. Awalnya, ia dijadwalkan untuk bersaksi sebagai saksi penuntut dalam persidangan Iswaran.

Pada Maret lalu, Iswaran dikenai delapan dakwaan tambahan yang menuduhnya memperoleh barang-barang seperti sepeda Brompton, seperangkat tongkat golf, dan wiski dari tokoh lain yakni bos perusahaan konstruksi Lum Kok Seng.

Perusahaan Lum terlibat dalam sejumlah proyek infrastruktur pemerintah di seluruh Singapura, yang diberikan saat Iswaran menjabat sebagai Menteri Transportasi. Ia juga belum didakwa. Saat menjabat di pemerintahan, Iswaran memegang beberapa jabatan di kantor perdana menteri. Yakni urusan dalam negeri, komunikasi, dan yang terbaru, kementerian transportasi. Namun, selama masa tugasnya yang panjang di kementerian perdagangan dan industri, ia menjadi terkenal, memainkan peran dalam mengembangkan lanskap pariwisata Singapura pada akhir tahun 2000-an dan 2010-an.

Saat itu pemerintah menggelontorkan sumber daya yang besar dan merayu miliaran investasi asing untuk membangun kasino, hotel, tempat wisata, dan acara seperti Grand Prix F1. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
  • Realisasi APBN Sumatera Utara Mei 2026 Optimal Dorong Pemulihan Pasca Bencana dan Berdayakan UMKM
  • Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia 2-1
  • Kesiapan Pelaksanaan Jambore Daerah Sumut ke XI 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit Dioptimalkan
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com