seputar-Medan | Ikut menjadi pahlawan lingkungan berarti menjaga kelangsungan hidup lingkungan, hewan, tumbuh-tumbuhan dan manusia. Menjaga lingkungan juga menjaga kearifan lokal. Untuk belajar kepedulian dalam menjaga dan merawat bumi itu, TK Swasta Sultan Iskandar Muda (SIM) menggelar Pentas Seni, Pameran Karya Siswa & Charity Bazaar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan “tema” Aku Sayang Bumi”, Sabtu (18/03/2023).
Info Medan: Siswa TK Sultan Iskandar Muda Belajar Merawat Bumi Sejak Dini
Bertempat di Auditorium Bung Karno, Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, siswa-siswi TK Swasta Sultan Iskandar Muda menampilkan sejumlah hiburan bernuansa menjaga lingkungan kepada para tamu undangan yang merupakan puncak tema kegiatan dari serangkaian projek yang telah dilakukan para murid dan guru selama satu bulan persiapan.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Pembina YPSIM dr Sofyan Tan dan istri Elinar, Anggota Dewan Pembina, Felix Harjatanaya, Ketua YPSIM Finche Kosmanto SE, MPsi, Pimpinan Perguruan Edy Jitro Sihombing MPd, para kepala sekolah dan orangtua siswa/i.
Yus Cinta Miyati SS, Kepala TK Sultan Iskandar Muda mengatakan, sesuai tema diusung “Aku Sayang Bumi” yang merupakan salah satu dari 4 tema besar dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka yang dilaksanakan pada sekolah penggerak.
“Kegiatan ini sekaligus dalam rangka menmyambut Hari Bumi Internasional pada 22 April mendatang. Karenanya peserta didik dan guru kami ajak membuat projek sesuai tema yang kita usung pada tahun ini,”kata Yus Cinta Miyati.
Dalam projek itu sebut Yus Cinta Miyati, siswa/i TK Sultan Iskandar Muda sejak dini diberi pemahaman sederhana terkait bumi dan alam, tanaman dan hewan. Mereka diajak membuka hati dan pikiran untuk belajar peduli terhadap kelestarian lingkungan, bagaimana menyanyangi bumi dengan memilah sampah mendaur ulang dengan konsep sederhana.
“Caranya kita membuat prakarya dari barang yang tidak terpakai. Hasil karya-karya siswa/i TK Sultan Iskandar Muda lalu kita pamerkan. Orangtua siswa juga kita ajak aktif terlibat dalam projek mulia ini. Mereka menyumbangkan pakaian bekas layak pakai untuk disumbangkan ke sejumlah Panti Asuhan. Selain itu, bazaar makanan dan minuman melibatkan masyarakat dalam hal ini para pedangang makanan dan minuman juga kita laksanakan dengan sebagian haslnya juga disumbangkan ke Panti Asuhan,” papar Yus Cinta Miati.
Ketua YPSIM Finche Kosmanto SE, MPsi mengatakan, merawat bumi ini harus menjadi tanggung jawab semua orang. Tak terkecuali bagi anak-anak yang bisa diajak berpartisipasi merawat bumi ini dengan cara-cara sederhana.
“Kita sangat mengapresiasi projek dan temanya karena dengan menjaga bumi tetap lestari bisa menjadi salah satu warisan yang akan diturunkan kepada generasi selanjutnya. Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Dengan membiasakan diri menerapkan perilaku menjaga lingkungan, dapat berdampak baik terhadap keberlangsungan bumi,”kata Finche.(Siong)
