Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Politik

Sofyan Tan dan BRIN Edukasi Masyarakat Medan Olah Sampah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Oleh Redaksi 15
Jumat, 10 April 2026
Foto: Penyelenggaraan pelatihan khusus mengenai pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif kolaborasi BRIN dan DPR RI.(Ist)

Penyelenggaraan pelatihan khusus mengenai pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif kolaborasi BRIN dan DPR RI.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi baru saja dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR RI. Bertempat di Four Point Medan, Jumat (10/04/2026) kedua lembaga tersebut menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai cara mengelola sampah agar tidak sekadar menjadi limbah namun menjadi hasil riset yang aplikatif. Upaya ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap penanganan sampah di lingkungan sekitar khususnya di wilayah Medan.

Sorot Politik: Sofyan Tan dan BRIN Edukasi Masyarakat Medan Olah Sampah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Persoalan serius mengenai volume sampah di Indonesia termasuk di Kota Medan menjadi sorotan utama Anggota DPR RI dr Sofyan Tan saat membuka acara tersebut secara resmi. Beliau memaparkan fakta bahwa Indonesia saat ini menempati posisi kedua sebagai negara penghasil sampah terbesar di dunia setelah Tiongkok sebuah kondisi yang memerlukan perhatian mendesak.

Tingginya produksi sampah di Medan digambarkan oleh Sofyan Tan dengan istilah jagonya karena pada tahun 2023 saja mencapai kurang lebih 2.000 ton per hari di mana 41 persen di antaranya adalah sampah organik. Angka tersebut mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kota.

Potensi peningkatan volume sampah ini diperingatkan dapat melonjak drastis hingga melampaui 6.000 ton dalam situasi darurat seperti saat terjadi bencana banjir bandang. Kondisi ini membuktikan bahwa manajemen sampah bukan hanya sebatas isu kebersihan lingkungan melainkan juga faktor krusial dalam mitigasi bencana di daerah perkotaan.

Berita Terkait

DPRD Medan Soroti Pembangunan Jalur Khusus BRT

Dr Lily Dorong Bapenda Medan Lakukan Inovasi Tingkatkan PAD

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Optimalisasi pemanfaatan sampah sejauh ini dinilai Sofyan Tan masih sangat minim dan belum menyentuh potensi maksimalnya. Padahal dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang tepat sampah memiliki nilai ekonomi tinggi serta dapat dikonversi menjadi sumber energi yang berguna bagi kebutuhan publik.

Kebutuhan investasi besar untuk mengubah sampah menjadi tenaga listrik dan gas memang menjadi tantangan tersendiri sehingga keterlibatan aktif pemerintah daerah mutlak diperlukan. Sofyan Tan juga memberikan referensi kesuksesan pengelolaan sampah di Surabaya saat dipimpin Tri Rismaharini sebagai bukti nyata bahwa sampah bisa bertransformasi menjadi energi bermanfaat.

Visi mengenai pengolahan sampah menjadi energi listrik dan gas sebenarnya sudah diusulkan Sofyan Tan sejak masa pencalonan Wali Kota Medan tahun 2010 agar limbah tidak sekadar berakhir di tempat pembuangan akhir. Gagasan ini bertujuan agar masyarakat serta pelaku UMKM dapat merasakan manfaat langsung dari energi murah hasil olahan sampah tersebut.

Pemanfaatan lebih luas dari pengelolaan limbah ini juga mencakup produksi kompos berkualitas untuk mendukung sektor pertanian dan pembuatan produk ramah lingkungan lainnya. Dengan tata kelola yang terintegrasi masyarakat diharapkan bisa mendapatkan keuntungan ganda berupa lingkungan yang sehat sekaligus penghematan biaya operasional rumah tangga.

Peluang ekonomi baru dapat tercipta jika satu kompleks perumahan mampu bersinergi dalam mengelola sampah mereka sendiri menjadi sumber energi mandiri. Hal ini dipandang sebagai solusi cerdas yang meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus menjadi jawaban atas permasalahan polusi lingkungan di tingkat lokal.

Apresiasi tinggi diberikan kepada BRIN dan seluruh mitra penyelenggara atas inisiatif pelatihan yang memberikan keterampilan praktis kepada warga Medan ini. Sofyan Tan berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang bernilai guna dan efektif.

Kondisi persampahan nasional yang berada pada level memprihatinkan turut dipaparkan oleh narasumber dari BRIN Fahruddin Joko Ernanda dalam sesi materi. Ia mengungkapkan data bahwa Indonesia memproduksi sekitar 35 juta ton sampah setiap tahunnya dengan komposisi organik mencapai 39 persen dan sampah plastik hampir menyentuh 20 persen.

Kurangnya sistem pengelolaan yang baik mengakibatkan banyak daerah di Indonesia telah menyandang status darurat sampah sejak tahun 2018 yang lalu. Dampak negatif dari situasi ini telah nyata dirasakan mulai dari polusi lingkungan yang parah gangguan kesehatan masyarakat hingga menjadi pemicu utama bencana banjir di berbagai kota.

Pengalaman buruk akibat penanganan limbah yang tidak optimal di wilayah Tangerang Selatan juga dibagikan oleh Fahruddin sebagai pelajaran penting bagi para peserta. Kejadian tersebut menjadi pengingat akan dampak serius yang muncul jika sampah dibiarkan menumpuk tanpa solusi teknologi yang tepat.

Berbagai metode transformasi sampah menjadi energi dijelaskan secara detail dalam pemaparan tersebut termasuk teknik biologis untuk menghasilkan biogas dari limbah organik. Selain itu diperkenalkan juga metode pirolisis untuk memproses sampah plastik melalui pemanasan suhu tinggi tanpa oksigen yang mampu menghasilkan bahan bakar setara diesel.

Teknologi gasifikasi menjadi metode lain yang diperkenalkan yaitu sebuah proses kimiawi untuk mengubah bahan bakar padat menjadi gas pada suhu tinggi dengan pasokan oksigen yang dibatasi. Teknologi canggih ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai penyedia energi alternatif di masa depan.

Inovasi alat pengolah sampah organik bernama Lahsamor turut diperkenalkan sebagai solusi praktis untuk menangani sisa sayuran dan buah di tingkat rumah tangga. Alat yang fleksibel ini dirancang untuk penggunaan indoor maupun outdoor dan terbukti mampu menekan volume sampah yang harus dikirim ke tempat pembuangan akhir TPA.

Keandalan alat Lahsamor ini telah teruji dalam mengurangi produksi limbah domestik secara signifikan sehingga sangat direkomendasikan untuk diterapkan di lingkungan pemukiman. Inovasi semacam ini dianggap sebagai langkah nyata untuk memulai gerakan pengurangan sampah dari sumber terkecil yaitu keluarga.

Output dari pelatihan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat agar melihat sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi dan bukan lagi sebagai barang buangan. Sinergi yang kuat antara peneliti pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mandiri di Indonesia.(Siong)

Tags: Sofyan Tan
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
  • KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026
  • Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Tanda Tangani MoU Jejaring Pengampuan Mata dengan RS Mata Cicendo
  • Lionel Messi Jadi Pesepakbola Individu Pertama yang Raih Penghargaan Putri Asturias
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.