Medan, SeputarSumut – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menyatakan komitmen tegasnya untuk memastikan kuota sertifikasi dosen sebanyak 15 ribu tidak akan dikurangi lagi pada tahun anggaran mendatang. Komitmen ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Peningkatan Karir Dosen di Kampus IT&B, Medan, Kamis (13/11).
“Saya akan pertahankan kuota sertifikasi dosen itu untuk tahun depan agar tidak berkurang lagi,” ujar Sofyan Tan dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI di Jalan Mahoni, Medan.
Sorot Politik: Sofyan Tan Perjuangkan Kuota Sertifikasi Dosen 15 Ribu di 2026
Peningkatan mutu dan kesejahteraan dosen menjadi prioritas utama perjuangan Sofyan Tan di Komisi X DPR RI. Untuk mendukung upaya tersebut, ia mendorong segera disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Sofyan Tan menilai profesi dosen sebagai pekerjaan yang sangat mulia karena berperan mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang tercerahkan.
“Kami sering didemo soal tunjangan dosen sejak periode lalu. Karena itu kami di Komisi X terus berjuang dan bertarung di Badan Anggaran agar hak-hak dosen tersebut bisa diperjuangkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Sumber Daya Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemdiksaintek, Prof. Dr Sri Suning Kusumawardani, S.T, M. T, menyampaikan kabar baik. Pemerintah telah meningkatkan kuota sertifikasi dosen dari 9 ribu menjadi 15 ribu pada tahun 2025. Harapannya, kuota 15 ribu ini dapat terus diperjuangkan agar tetap, dan tidak berkurang di tahun-tahun berikutnya.
Prof Suning juga memberi pesan penting kepada para dosen yang hadir. Ia mendorong peserta sosialisasi agar semangat dalam mengejar jenjang karir untuk menjadi guru besar. “Saya minta ke teman-teman dosen muda berikan hadiah kepada diri sendiri untuk menjadi guru besar ke depannya,” pesannya.
Sementara itu, Prof. Drs Saiful Anwar Matondang MA PhD, Kepala LLDikti Wilayah 1, menyoroti peningkatan dan pengembangan karir dosen, khususnya bagi dosen di lingkungan kampus atau universitas swasta. Prof Saiful menyatakan bahwa saat ini guru besar dari yayasan atau kampus swasta sudah cukup banyak, dengan setiap periode menghasilkan di atas 20 orang.
“Kami bahagia kalau tiap periode ada 300an yang masuk berkas sebagai lektor kepala. Itu artinya dosen-dosen di kampus swasta sudah memiliki kesadaran tinggi. Supaya dosen-dosen di Sumut lebih berkualitas lagi ke depannya,” kata Prof Saiful Anwar, seraya menambahkan bahwa lebih banyak lagi dosen perguruan tinggi swasta yang mengurus usulan sebagai lektor kepala.
Di samping isu kesejahteraan, Sofyan Tan juga menyoroti pentingnya kualitas dosen di era digital. Ia menilai bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini telah berubah drastis dibandingkan masa lalu, sebab mahasiswa kini dapat dengan mudah mengakses informasi melalui teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Kalau mutu dosen baik, kariernya juga akan berkembang. Dosen hari ini harus berintegritas, memahami kultur kampus, dan terus beradaptasi dengan perubahan,” pungkasnya.
Selain para narasumber, hadir pula Wakil Rektor 1 IT&B Dr Elyzabeth Wijaya, dan Guru Besar Hukum Pidana Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Prof Dr Yasmirah Mandasari Saragih SH MH.(Siong)

