Deli Serdang, SeputarSumut – Semangat perjuangan untuk hadir di tengah rakyat dibuktikan secara nyata oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, melalui penyaluran bantuan pembangunan revitalisasi lewat jalur aspirasi. Penegasan tersebut disampaikannya saat meresmikan tiga ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, serta meubiler senilai Rp1.601.000.000 di SMP Swasta Bina Agung, Desa Tanjung Gusta, Sunggal, Deli Serdang, Jumat (23/1). “Saya tidak akan pernah ingkari itu,” tegas Sofyan Tan di hadapan Bupati Deli Serdang, dr Asri Luddin Tambunan, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Kolaborasi demi memajukan pendidikan di Deli Serdang mendapat apresiasi khusus dari Sofyan Tan, terutama atas kehadiran Bupati yang juga berkontribusi dalam pembangunan toilet sekolah. Sinergi ini dianggap sebagai perwujudan kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurut Sofyan Tan, keharmonisan kerja sama ini sangat krusial agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat secara menyeluruh.
Sorot Politik: Sofyan Tan Resmikan Revitalisasi Sekolah
Presiden Prabowo Subianto membawa kabar baik bagi dunia pendidikan dengan rencana penambahan revitalisasi untuk 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Hal ini membuka peluang besar bagi Kabupaten Deli Serdang untuk mendapatkan tambahan kuota revitalisasi sekolah pada tahun 2026 mendatang. Dengan adanya penambahan ini, diharapkan infrastruktur sekolah di berbagai daerah akan semakin mumpuni dan layak bagi proses belajar mengajar.
Keberlanjutan program pendidikan kedepannya akan membuat gedung sekolah menjadi bagus, siswa mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta orang tua terbantu melalui beasiswa PIP. Namun, di tengah kemajuan fisik dan bantuan tersebut, Sofyan Tan justru melontarkan keprihatinan mendalam mengenai kesejahteraan tenaga pendidik. “Sekarang tinggal nasib gurunya bagaimana?” tanyanya dengan nada penuh empati.
Ketimpangan penghasilan antara guru dan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG diakui Sofyan Tan membuatnya merasa sangat sedih hingga meneteskan air mata. Baginya, kenyataan bahwa gaji guru yang mendidik generasi bangsa masih berada di bawah upah karyawan pendukung gizi adalah hal yang menyakitkan hati. Ia mengibaratkan kondisi ini sebagai luka yang dirasakan para guru dalam kesunyian pengabdian panjang mereka.
Perjuangan untuk meningkatkan nasib guru pun menjadi komitmen yang akan terus disuarakan oleh Sofyan Tan di tingkat pusat. Ia memohon doa agar kesejahteraan guru bisa lebih baik, dengan standar gaji yang tidak lagi berada di bawah UMR. Selain masalah finansial, ia juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi guru agar tidak ada lagi kriminalisasi saat mereka berusaha menegakkan disiplin kepada siswa.
Bupati Deli Serdang, dr Asri Luddin Tambunan, memberikan apresiasi yang luar biasa atas kontribusi besar dr Sofyan Tan bagi wilayahnya selama ini. Ia mencatat bahwa setiap tahun, volume bantuan dan program yang disalurkan melalui jalur aspirasi untuk masyarakat Deli Serdang terus mengalami peningkatan. Bupati menilai konsistensi dan komitmen kuat seperti yang ditunjukkan Sofyan Tan adalah hal yang langka dan patut dicontoh.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong mutu pendidikan tercermin nyata dalam peresmian proyek revitalisasi ini. Sementara Sofyan Tan memberikan dukungan melalui pengadaan ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengambil peran dalam pembangunan fasilitas sanitasi atau toilet sekolah. Kerja sama berbagi peran ini menjadi kunci percepatan pemenuhan fasilitas standar pendidikan.
Dukungan konsisten dari pemerintah pusat melalui peran anggota legislatif dipandang Bupati sebagai faktor vital dalam memperluas akses pendidikan bagi warga. Ia berharap seluruh pihak tetap konsisten agar pembangunan sektor pendidikan berjalan secara berkelanjutan. Kepada orang tua siswa, Bupati berpesan agar turut mengawasi dan mengingatkan anak-anak untuk menjaga fasilitas sekolah yang sudah dibangun dengan susah payah agar tetap terawat.
Ketua Yayasan Pendidikan Bina Agung, Abdiel Ginting, memberikan kesaksian bahwa pihaknya telah banyak dibantu oleh dr Sofyan Tan selama ini. Menurutnya, setiap permohonan bantuan pendidikan yang diajukan melalui jalur aspirasi selalu didengarkan dan direalisasikan dengan nyata. Program ini dianggap lebih dari sekadar pembangunan fisik, melainkan bukti nyata keberpihakan seorang wakil rakyat kepada konstituennya di Deli Serdang.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Abdiel kepada Bupati Deli Serdang atas terwujudnya kolaborasi yang sangat berarti bagi perkembangan dunia pendidikan di tingkat lokal. Dengan fasilitas yang kini sudah memadai, ia menegaskan tidak ada lagi alasan bagi siswa untuk tidak meraih prestasi di masa depan. Dukungan lintas sektoral ini dianggap sebagai modal utama dalam mencetak generasi unggul dari wilayah tersebut.
Agenda peresmian fasilitas pendidikan oleh Sofyan Tan kemudian berlanjut ke SMA Swasta Methodist 6 di Jalan Pantai Timur, Medan Helvetia. Di lokasi kedua ini, ia meresmikan Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan ruang Bimbingan Penyuluhan (BP) dengan total anggaran mencapai Rp365.862.000. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Yayasan Pendidikan GMI Jemaat Gloria, pimpinan sekolah, serta kepala sekolah setempat.
Kepala Sekolah SMA Methodist 6, Sahara, menjelaskan kronologi perolehan bantuan revitalisasi tersebut yang sebelumnya sempat terkendala keterbatasan ruang. Sebelum adanya bantuan dari aspirasi dr Sofyan Tan, fungsi ruang UKS dan BP terpaksa digabung menjadi satu dengan ruang OSIS. Kini, dengan adanya ruangan baru yang representatif, pihak sekolah optimis dapat menjalankan program bimbingan konseling secara maksimal, terutama dalam mengarahkan siswa memilih program studi di perguruan tinggi.(Siong)

