Jakarta, SeputarSumut – Ketahanan sektor jasa keuangan di Indonesia dilaporkan masih berada dalam kondisi yang stabil dan terjaga dengan baik hingga periode Februari 2026. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa industri keuangan tanah air mampu menghadapi berbagai dinamika pasar dengan performa yang cukup kuat.
Friderica Widyasari Dewi, selaku Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, mengungkapkan bahwa situasi yang kondusif ini berjalan beriringan dengan tren perbaikan ekonomi global yang tengah berlangsung. Hal ini memberikan sentimen positif bagi industri perbankan maupun pasar modal di dalam negeri.
Berita Ekonomi: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Kokoh Hingga Februari 2026
“Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner OJK pada bulan Februari 2026, kami menyimpulkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional secara keseluruhan tetap terjaga,” jelas sosok yang akrab disapa Kiki tersebut dalam Konferensi Pers RDKB pada Selasa (3/3).
Analisis OJK menunjukkan bahwa performa manufaktur dunia yang menguat serta pulihnya kepercayaan konsumen menjadi pendorong utama kinerja ekonomi global yang relatif baik. Namun, OJK tetap mewaspadai munculnya ancaman dari sisi geopolitik serta fragmentasi ekonomi internasional yang mulai meruncing sejak permulaan tahun 2026.
“Munculnya ketegangan geopolitik baru, khususnya di wilayah Timur Tengah, serta perubahan kebijakan perdagangan di Amerika Serikat merupakan downside risk yang serius. Faktor-faktor ini berpotensi memicu volatilitas yang tinggi di pasar keuangan global,” tambah Kiki memperingatkan.
Melihat kondisi di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2025 tercatat hanya menyentuh angka 1,4 persen, sebuah pencapaian yang berada jauh di bawah prediksi para pelaku pasar. Sementara itu, di kawasan Asia, ekonomi China masih berjuang melawan lemahnya permintaan domestik akibat krisis sektor properti yang belum usai, meski neraca perdagangannya masih menunjukkan angka surplus.
Beralih ke situasi di dalam negeri, OJK melaporkan bahwa ekonomi Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan yang sangat solid pada kuartal IV dengan angka 5,39 persen secara year on year (yoy). Jika dikalkulasi secara kumulatif, sepanjang tahun 2025, ekonomi nasional tumbuh positif di angka 5,11 persen.
Tingkat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga terpantau masih sangat baik menurut pencatatan otoritas terkait. Hal ini menjadi modal penting bagi keberlangsungan konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak ekonomi.
“Meskipun terlihat ada sedikit moderasi, indeks keyakinan konsumen kita tetap bertahan di zona optimis. Selain itu, sektor manufaktur juga masih berada dalam fase ekspansif pada tahun 2026 ini,” tutup Kiki dalam laporannya.(Siong)

