seputar-Papua Nugini | Tanah longsor besar melanda sebuah desa terpencil di Papua Nugini (PNG), dan banyak mayat yang ditemukan oleh penduduk desa.
Tanah longsor dilaporkan melanda Desa Kaokalam di Provinsi Enga, sekitar 600 kilometer barat laut Port Moresby, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Dunia Internasional: Tanah Longsor Timbun Desa di Papua Nugini, 100 Orang Tewas!
Pemerintah Provinsi Enga mengatakan pihaknya telah membentuk tim tanggap darurat untuk melakukan penilaian dampak cepat terhadap kerusakan tersebut.
Mereka meminta fasilitas kesehatan setempat dan lembaga swadaya manusia (LSM) untuk bersiaga membantu upaya pemulihan dan bantuan.
Warga mengatakan perkiraan jumlah korban tewas saat ini berada di atas 100 orang, meskipun pemerintah belum merilis angka resmi jumlah korban tewas akibat tanah longsor.
Elizabeth Laruma, Presiden Asosiasi Wanita dalam Bisnis Porgera, mengatakan rumah-rumah rata dengan tanah ketika sisi gunung di dekatnya runtuh.
“Hal ini terjadi ketika masyarakat masih tertidur pada dini hari dan seluruh desa sudah padam,” kata Laruma.
Pemerintah bentuk tim darurat usai tanah longsor melanda Papua Nugini tewaskan 100 orang (Foto: Facebook)
“Dari apa yang saya duga, ada sekitar 100 lebih orang yang terkubur di bawah tanah,” lanjutnya.
Polisi Papua Nugini belum menanggapi permintaan komentar ABC.
Ninga Role, warga yang berasal dari Kaokalam namun masih kuliah di Madang, mengaku menerima kabar kerusakan tersebut pagi ini.
Dia memperkirakan setidaknya empat kerabatnya tewas akibat tanah longsor.
“Saya merasa sangat sedih. Dan saya merasa sedih untuk seluruh masyarakat,” katanya kepada ABC.
“Mereka telah kehilangan nyawa, orang-orang yang mereka cintai, harta benda mereka,” lanjutnya.
Sementara itu dari video yang dibagikan di media sosial menunjukkan warga memanjat batu besar dan menarik jenazah dari reruntuhan dan di bawah pohon saat tanah longsor melanda Papua Nugini (PNG).
Ninga Role, warga yang berasal dari Kaokalam namun masih kuliah di Madang, mengaku menerima kabar kerusakan tersebut pagi ini. Dia mengatakan proses evakuasi sangat sulit dilakukan.
“Ada beberapa batu besar, tanaman, pohon. Bangunannya roboh,” ujarnya, dikutip ABC News.
“Hal-hal ini membuat sulit untuk menemukan mayatnya dengan cepat,” lanjutnya.
Longsor juga memblokir akses jalan ke kota Porgera, tempat tambang emas besar berada.
Elizabeth Laruma, Presiden Asosiasi Wanita dalam Bisnis Porgera, mengatakan masyarakat di wilayah tersebut mengkhawatirkan akses terhadap barang dan jasa.
“Ketika jalan ini ditutup dan saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, hal ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap masyarakat di luar sana dalam hal barang, bahan bakar, dan jasa,” katanya.
“Ini akan berdampak besar pada kehidupan masyarakat Porgera dan juga tambangnya,” lanjutnya.
Dia telah meminta pemerintah PNG dan organisasi non-pemerintah untuk segera memberikan bantuan ke daerah tersebut. (okezone/ss)


