Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Tanda Kehidupan di Luar Bumi Ditemukan!

Oleh Redaksi 15
Jumat, 18 April 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Washington DC – Sebuah tim ilmuwan mengumumkan pada Rabu (16/04) bahwa mereka telah menemukan petunjuk paling kuat sejauh ini tentang kemungkinan adanya kehidupan di sebuah planet besar di luar Tata Surya.

“Apa yang kami temukan adalah indikasi awal dari aktivitas biologis di luar Tata Surya,” ujar Nikku Madhusudhan, astrofisikawan dari Universitas Cambridge, dalam sebuah konferensi pers.

Pernik Ragam: Tanda Kehidupan di Luar Bumi Ditemukan!

Iklan Indako SeputarSumut

Madhusudhan menjelaskan bahwa timnya mendeteksi jejak kimia gas yang, sejauh ini, di Bumi hanya diketahui dihasilkan melalui proses biologis. Ia menyebut temuan ini sebagai petunjuk pertama yang kami temukan dari dunia asing yang mungkin dapat dihuni.

“Ini adalah momen yang revolusioner,” lanjutnya, merujuk pada penemuan ini yang diperoleh melalui pengamatan menggunakan Teleskop Antariksa James Webb.

Meski demikian, tim peneliti tetap mengimbau untuk berhati-hati. Mereka menegaskan bahwa temuan ini belum membuktikan keberadaan makhluk hidup, dan masih diperlukan pengamatan lanjutan guna memastikan hasilnya.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Astrophysical Journal Letters. Di dalamnya, para ilmuwan menyebut bahwa mereka menemukan kemungkinan biosignature, indikator kimia yang mungkin berasal dari proses biologis, di sebuah planet yang mengorbit bintang berjarak sekitar 120 tahun cahaya dari Bumi.

Planet yang dimaksud bernama K2-18 b, yang memiliki massa 8,6 kali lebih besar dari Bumi dan diameter sekitar 2,6 kali lipat lebih besar. Planet ini terletak dalam zona layak huni, sebuah wilayah di sekitar bintangnya yang memungkinkan keberadaan air dalam bentuk cair.

Sebelumnya, para ilmuwan telah mendeteksi keberadaan molekul berbasis karbon seperti metana dan karbon dioksida di atmosfer planet tersebut. Molekul berbasis karbon dikenal sebagai komponen penting bagi kehidupan sebagaimana kita kenal di Bumi.

Penelitian lebih lanjut juga menunjukkan bahwa K2-18 b kemungkinan merupakan sebuah exoplanet jenis Hycean, yaitu planet yang memiliki atmosfer kaya hidrogen dan permukaan yang ditutupi oleh samudra luas.

Christopher Glein, ilmuwan utama di Divisi Ilmu Antariksa Southwest Research Institute di Texas, menyebut K2-18 b sebagai “dunia yang menggoda” untuk diteliti. Namun ia juga memperingatkan bahwa komunitas ilmiah perlu “berhati-hati dan memastikan data yang ada diuji secara menyeluruh.”

Sementara itu, Sara Seager, profesor ilmu keplanetan dari MIT, juga menyerukan kesabaran. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya pernah ada klaim yang menyebutkan adanya uap air di atmosfer K2-18 b, namun belakangan diketahui bahwa gas tersebut kemungkinan berasal dari senyawa lain.(CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kesiapan Pelaksanaan Jambore Daerah Sumut ke XI 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit Dioptimalkan
  • Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand
  • Sumut Catat Inflasi 0,23 Persen pada Juni, Kenaikan Harga Pertamax Terbendung Penurunan Harga Tomat
  • Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera Utara Tidak Berpotensi Tsunami Menurut BMKG
  • PGN SOR I Sumatra Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk 20 Yayasan Sosial Melalui Program Jumat Berbagi Berkah SHG
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com