TIMNAS Indonesia sedang ramai-ramainya mendapatkan dukungan dari pencinta sepakbola Tanah Air. Hal itu terlihat dari penjualan tiket laga Timnas Indonesia vs Timnas Australia yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa, 10 September 2024.
Meski harga tiket dibanderol dari Rp250.000 sampai Rp1.500.000, penonton rela “war tiket” untuk menyaksikan dari dekat laga matchday kedua Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tersebut.
Update Olahraga: Timnas Malaysia Diboikot Suporter
Ketika tiket resmi dijual pada Sabtu 17 Agustus 2024, suporter sempat kesulitan membeli tiket via aplikasi bank pelat merah. Disinyalir, suporter kesulitan mengakses karena banyak yang melakukan aktivitas serupa.
“Masuk aja gak bisa… gimana mau pesan tiket,” tulis akun @fier1980.
Di sisi lain, Timnas Malaysia justru kehilangan dukungan saat main di turnamen garapan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), Pesta Bola Merdeka 2024, pada 4-8 September 2024. Beberapa suporter garis keras Malaysia melakukan boikot alias enggan memberikan dukungan langsung ke stadion.
Aksi ini dibuat suporter Timnas Malaysia sebagai bentuk protes kepada FAM kepemimpinan Hamidin Mohd Amin. Semenjak dipimpin Hamidin Mohd Amin pada 2018, tak ada prestasi gemilang yang dicetak Timnas Malaysia.
Skuad Harimau Malaya -julukan Timnas Malaysia- hanya lolos ke Piala Asia 2023, tapi menjadi bulan-bulanan di sana. Timnas Malaysia juga gagal lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan 2026 zona Asia. Bahkan di Piala AFF 2020, aksi Timnas Malaysia terhenti di fase grup.
Pesta Bola Merdeka 2024
Timnas Malaysia ambil bagian di turnamen garapan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Pesta Bola Merdeka 2024 pada 4-8 September 2024.
Selain Timnas Malaysia racikan Pau Marti Vicente, Pesta Bola Merdeka 2024 diikuti Lebanon, Filipina dan Tajikistan. Tim-tim ini dapat ambil bagian di Pesta Bola Merdeka 2024 karena gagal lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sesuai jadwal, Timnas Malaysia akan bersua Filipina pada 4 September 2024. Di hari yang sama juga digelar laga Lebanon vs Tajikistan.
Tim pemenang akan bertemu di final pada 8 September 2024. Sementara itu, tim yang kalah akan bentrok di perebutan posisi tiga, juga pada 8 September 2024.
Sayangnya, ketika hendak mencari dukungan dari suporter, Timnas Malaysia justru ditinggalkan para pendukungnya. Mengutip dari media Malaysia, Berita Harian, sejumlah akun media sosial suporter Timnas Malaysia enggan memberikan dukungan kepada Safawi Rasid dan kawan-kawan.
“Setelah diskusi, Ultras Panthers takkan datang ke stadion untuk mendukung Timnas Malaysia di Pesta Bola Merdeka 2024,” tulis Ultras Panthers, Okezone mengutip dari Berita Harian.
Ultra Kuala Lumpur juga mengunggah hal yang tidak mengenakkan. Di akun media sosial mereka, Ultra Kuala Lumpur sepakat memboikot Pesta Bola Merdeka 2024.
Usut punya usut, para suporter ini kecewa dengan kepemimpinan FAM di bawah arahan Ketua Umum Hamidin Mohd Amin. Puncak kemarahan suporter kepada Hamidin ketika FAM melepas begitu saja pelatih Kim Pan-gon ke klub Liga 1 Korea Selatan, Ulsan Hyundai.
Karena itu, menarik menanti aksi Timnas Malaysia di Pesta Bola Merdeka 2024. Sanggupkah mereka unjuk gigi di tengah minim dukungan? (okezone)


