Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Tiongkok Sulap Gurun Kering-Panas Jadi Hutan Hijau

Oleh Redaksi 15
Minggu, 8 Desember 2024
Foto: Penghijauan di Gurun Taklamakan, Tiongkok.

Penghijauan di Gurun Taklamakan, Tiongkok.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Tiongkok memiliki gurun Taklamakan yang termasuk salah satu gurun terbesar di dunia. Selama puluhan tahun, gurun yang kering dan hangat ini dijadikan proyek “Tembok Hijau Raksasa” atau Great Green Wall. Apa itu?

Jika biasanya gurun dibiarkan karena suhu ekstremnya tidak mendukung ekosistem, maka Tiongkok membuat terobosan dengan mencoba menanaminya dengan berbagai tanaman. Penanaman di gurun Taklamakan ini kemudian dikenal dengan Great Green Wall.

Dunia Internasional: Tiongkok Sulap Gurun Kering-Panas Jadi Hutan Hijau

Iklan Indako SeputarSumut

Alasan proyek penghijauan ini dilakukan karena letak dan sifat gurun Taklamakan. Gurun ini merupakan yang terbesar di Tiongkok dan memiliki sifat pergeseran pasir yang terbesar di dunia.

Pergeseran pasir ini, jika tidak dicegah, maka badainya bisa merusak infrastruktur lokal di wilayah yang dekat dengan Taklamakan, bahkan bisa mencapai Beijing. Padahal gurun ini terletak di wilayah barat laut Xinjiang.

Melansir Times of India, proyek “Tembok Hijau Besar” ini diluncurkan pada 1978. Proyek ini memiliki tujuan awal untuk mencegah dampak yang diakibatkan oleh iklim gurun yang ekstrem dengan menanam pohon.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Selama bertahun-tahun, lebih dari 30 juta hektar pohon berhasil ditanam dan mengubah gurun yang semula kering dan penuh pasir, menjadi hijau. Proyek ini telah melibatkan eksperimen selama puluhan tahun dengan berbagai spesies pohon dan tanaman untuk menentukan mana yang paling kuat.

Menurut laporan terbaru, kini “jalur hijau” yang telah dibuat selama 46 tahun di Taklamakan, telah membentang sepanjang 3.050 km dengan tanaman terakhir yang ditanam ada di wilayah Yutian, di tepi selatan gurun.

Menariknya, pemerintah Tiongkok tak hanya mencegah dampak pasir dengan pohon, melainkan juga dengan teknologi pemblokiran pasir berbasis tenaga surya, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Kamis (5/12/2024).

Meski begitu, pencapaian penghijauan ini belum berakhir. Pemerintah Tiongkok berencana memulihkan hutan poplar di tepi utara gurun dengan menyalurkan air banjir.

Mereka juga berupaya membangun jaringan hutan baru untuk melindungi lahan pertanian dan kebun buah-buahan di tepi barat gurun tersebut.

Terus Menanam Pohon

Nyatanya, penanaman pohon akan terus dilakukan Tiongkok karena dampak dari gurun masih menjadi masalah yang menakutkan. Berdasarkan data, 26,8 persen dari total lahan di negara ini masih diklasifikasikan sebagai lahan kosong.

Angka ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang tersisa bagi Tiongkok.

“Tiongkok akan terus menanam tanaman dan pepohonan di sepanjang tepi Sungai Taklamakan untuk memastikan ‘penggurunan’ tetap terkendali,” kata Zhu Lidong, seorang pejabat kehutanan Xinjiang, yang dikutip dari Reuters, Kamis (5/12/2024). (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com