Jakarta, SeputarSumut — Kesabaran dalam mengasuh anak bukanlah sebuah sifat bawaan yang hanya dimiliki oleh sebagian orang, melainkan sebuah keterampilan dalam ilmu psikologi yang dapat terus dilatih dan dikembangkan seiring berjalannya waktu. Menjalani peran sebagai orang tua memang bukan sebuah perkara yang mudah untuk dilakukan. Kesabaran sering kali menjadi hal utama yang paling cepat habis di tengah kepungan tuntutan pekerjaan, beban urusan rumah tangga, pemenuhan kebutuhan buah hati, serta beragam tantangan hidup sehari-hari lainnya.
Banyak orang tua yang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk bisa selalu bersikap tenang sewaktu berhadapan dengan anak yang sedang rewel, sulit diatur, ataupun terus-menerus menuntut perhatian. Meski demikian, emosi seseorang memang menjadi lebih mudah terpancing akibat adanya tekanan yang datang dari berbagai arah. Melalui penerapan strategi yang tepat, para orang tua dapat mengontrol emosi secara lebih optimal sekaligus menyikapi segala tantangan pengasuhan dengan jauh lebih bijaksana.
Pernik Ragam: Tips Menjadi Orang Tua yang Sabar Cara Melatih Keterampilan Mengelola Emosi dalam Pengasuhan Menurut Psikologi
Dikutip dari Motherwell Therapy, terdapat beberapa tips menjadi orang tua yang sabar yang bisa dipraktikkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, antara lain:
1. Mengenali pemicu emosi
Memahami dengan baik situasi apa saja yang paling sering menyulut emosi merupakan langkah awal yang harus diambil untuk menumbuhkan kesabaran. Setiap orang tua dipastikan mempunyai faktor pemicu stres yang berbeda-beda, seperti kondisi anak yang sukar untuk mendengarkan nasihat, tumpukan pekerjaan yang belum selesai, hingga faktor kelelahan fisik usai beraktivitas sepanjang hari. Anda akan menjadi lebih siap dalam mengendalikan respons sebelum emosi telanjur memuncak apabila telah mengenali sumber stres tersebut sejak awal.
2. Memperhatikan tanda-tanda stres sejak awal
Sinyal tertentu umumnya akan ditunjukkan oleh tubuh sewaktu level stres seseorang mulai merangkak naik. Sensasi dada yang terasa sesak, rahang mengencang, ritme napas yang menjadi lebih cepat, atau serangan sakit kepala dapat menjadi indikator nyata bahwa kondisi emosional Anda sedang tidak stabil. Cobalah untuk mengambil jeda dan berhenti sejenak sebelum merespons perilaku buah hati saat tanda-tuga fisik tersebut mulai muncul. Tindakan sederhana ini dinilai mampu meminimalkan risiko terjadinya ledakan emosi yang tidak perlu.
3. Mengubah cara berbicara kepada diri sendiri
Tidak sedikit orang tua yang cenderung bersikap terlampau keras terhadap diri mereka sendiri saat kedapatan melakukan suatu kesalahan. Padahal, suasana emosional justru dapat semakin memburuk akibat pola pikir yang negatif tersebut. Ubahlah kalimat negatif seperti, ‘Saya orang tua yang buruk,’ dan gantilah dengan ucapan yang jauh lebih realistis seperti, ‘Saya sedang lelah dan akan mencoba memperbaikinya.’ Kestabilan emosi akan lebih mudah terjaga melalui adanya sikap yang penuh pengertian terhadap diri sendiri.
4. Mengelola waktu secara realistis
Hilangnya kesabaran seseorang juga kerap kali dipicu oleh penataan jadwal harian yang terlampau padat. Tingkat stres seseorang cenderung akan mengalami peningkatan yang tajam ketika ada banyak tugas yang wajib dituntaskan dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, mulailah menyusun perencanaan harian secara lebih realistis dengan mengutamakan kegiatan-kegiatan yang benar-benar penting serta menghindari pembebanan diri dengan target yang terlalu banyak dalam satu waktu.
5. Jangan ragu meminta bantuan
Sebagian orang tua kerap merasa bahwa mereka harus menuntaskan segala urusan seorang diri. Padahal, mendelegasikan atau berbagi tanggung jawab sama sekali bukan mencerminkan suatu tanda kelemahan. Anda dapat melibatkan pasangan hidup, anggota keluarga lain, atau bantuan pengasuh untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan jika kondisinya memungkinkan. Kehadiran dukungan dari orang-orang sekitar ini mampu meringankan beban mental sekaligus memberikan waktu bagi Anda untuk beristirahat.
6. Menetapkan batasan yang sehat
Menjadi sosok orang tua yang baik bukan berarti Anda dituntut harus selalu siap sedia bagi setiap orang di segala situasi dan waktu. Menentukan batasan yang sehat dinilai sangat krusial demi menjaga stabilitas energi fisik serta mental Anda. Mulailah belajar untuk berkata tidak terhadap segala aktivitas atau permintaan yang berpotensi mengganggu waktu berkualitas bersama keluarga maupun jatah waktu istirahat Anda sendiri. Kesabaran pun akan menjadi lebih gampang terjaga berkat adanya keseimbangan hidup yang lebih baik.
7. Meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran
Manfaatkan waktu luang sejenak untuk menenangkan diri di saat emosi Anda dirasa mulai merangkak naik. Ketegangan batin dapat diredakan melalui beberapa metode sederhana seperti melakukan teknik pernapasan dalam, meditasi ringan, atau sekadar duduk dengan tenang selama beberapa menit. Kebiasaan yang tergolong simpel ini terbukti efektif dalam mengembalikan fokus pikiran serta membantu orang tua untuk merespons keadaan secara lebih tenang.
8. Memprioritaskan perawatan diri
Menjaga kesehatan diri sendiri menjadi salah satu tips menjadi orang tua yang sabar yang sayangnya masih sering dilewatkan. Seseorang akan menjadi lebih rentan untuk tersinggung akibat dari faktor kurang tidur, penerapan pola makan yang tidak seimbang, serta minimnya melakukan aktivitas fisik. Oleh sebab itu, upayakan untuk selalu beristirahat secara cukup, menyantap makanan yang kaya akan gizi, dan melakukan olahraga secara rutin karena kondisi fisik yang prima akan menunjang kesehatan emosional.
9. Menyisihkan waktu khusus untuk diri sendiri
Setiap orang tua pada dasarnya tetap memerlukan waktu luang demi mengisi kembali energi mental mereka yang telah terkuras. Waktu yang dialokasikan tidak perlu sampai berjam-jam, sebab durasi sekitar 15 hingga 30 menit dalam sehari sudah dinilai mampu memberikan dampak yang positif. Anda dapat memakai waktu tersebut untuk melakukan aktivitas kegemaran, contohnya seperti membaca buku, meminum secangkir teh, berjalan-jalan santai, ataupun menekuni hobi pribadi. Anda akan jauh lebih siap menghadapi tantangan dalam mengasuh anak dengan sabar saat kebutuhan pribadi telah terpenuhi.
10. Memaafkan diri saat melakukan kesalahan
Pada kenyataannya, tidak ada satu pun orang tua yang mampu untuk terus-menerus bersikap tenang dalam setiap kondisi. Kehilangan kontrol atas kesabaran dalam beberapa momen merupakan sebuah hal yang sangat lumrah dan manusiawi. Alih-alih terus tenggelam dalam penyesalan dan menyalahkan diri sendiri, jadikanlah peristiwa tersebut sebagai sebuah bahan evaluasi serta pembelajaran. Segera akui kesalahan yang diperbuat, perbaiki kembali ikatan hubungan dengan anak, lalu teruskan proses pengasuhan dengan sikap yang lebih baik. Sifat mau memaafkan diri sendiri ini juga bisa menjadi sebuah percontohan yang positif bagi anak-anak dalam menyikapi kesalahan mereka sendiri kelak.
Mencoba mempraktikkan bermacam tips menjadi orang tua yang sabar ini dapat membantu Anda mengontrol stres secara lebih efektif, memelihara relasi yang sehat dengan buah hati, serta mewujudkan iklim keluarga yang jauh lebih harmonis. Pada akhirnya, esensi menjadi seorang orang tua bukanlah perkara mengenai cara menjadi sosok yang sempurna, melainkan tentang bagaimana proses untuk terus belajar sekaligus tumbuh bersama dengan anak pada setiap harinya.(*/cnni)


