Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Menko PMK Desak Evaluasi Menyeluruh Keamanan Bangunan Pendidikan

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 11 Oktober 2025
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno.(Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Sejumlah kementerian dan lembaga terkait diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan bangunan pendidikan, termasuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Permintaan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Peristiwa robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9) menjadi pemicu utama. Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa evaluasi kelayakan konstruksi bangunan fasilitas pendidikan kini menjadi atensi serius pemerintah.

Lintas Nasional: Tragedi Ponpes Al Khoziny, Menko PMK Desak Evaluasi Menyeluruh Keamanan Bangunan Pendidikan

Iklan Indako SeputarSumut

Ambruknya bangunan ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, yang menelan korban meninggal terbanyak sepanjang tahun 2025, diklasifikasikan sebagai bencana non-alam akibat kegagalan teknologi. “Ini harus menjadi perhatian kita semua agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” kata Pratikno dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/10), melansir Antara.

Aspek keamanan infrastruktur bangunan pendidikan pasca-insiden tragis yang menewaskan 67 orang santri tersebut dibahas secara mendalam. Hal itu menjadi pokok pembahasan utama dalam rapat tingkat menteri yang dipimpin Menko PMK di Jakarta, Jumat (10/10).

Dalam rapat tersebut, Pratikno menegaskan perlunya sinergi antar kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BASARNAS, dan pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan memastikan seluruh bangunan pendidikan memiliki struktur yang aman dan layak.

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

Agar setiap proses pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan dapat memenuhi persyaratan teknis serta diawasi secara ketat, Menko PMK menekankan, “Perlu dilakukan penguatan koordinasi antarinstansi,” ujarnya.

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap santri Al Khoziny yang menjadi korban bangunan ambruk mendapat apresiasi dari Pratikno. Ia menyebut, penanganan darurat yang dilakukan tim SAR gabungan sejak hari pertama menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons setiap bencana dengan cepat.

“Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih memperhatikan keamanan bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Pratikno. Ia menambahkan, keselamatan anak-anak di sekolah dan pesantren adalah prioritas utama pemerintah.

Ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjamaah di gedung tiga lantai asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ketika insiden ambruk terjadi pada Senin (29/9) sore. Gedung yang ambruk tersebut, termasuk musala, diketahui masih dalam tahap pembangunan.

Total korban ambruknya Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny yang dicatat BASARNAS berjumlah 171 orang, hingga akhir pencarian pada Selasa (7/10). Korban itu terdiri dari 104 korban selamat dan 67 meninggal dunia, termasuk delapan body part atau bagian tubuh. Sampai Jumat (10/10) malam, Tim DVI di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 50 jenazah korban.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sinopsis Enola Holmes 3, Millie Bobby Brown Kembali Hadapi Misteri Penculikan Sherlock Holmes di Malta
  • Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian
  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com