Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Update! Korban Badai Trami 100 Orang Tewas-560 Ribu Mengungsi

Oleh Redaksi 15
Senin, 28 Oktober 2024
Foto: Badai tropis Trami mengakibatkan sekitar 100 warga tewas.

Badai tropis Trami mengakibatkan sekitar 100 warga tewas.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Negara Filipina mengalami badai tropis bernama Trami. Bencana alam itu mengakibatkan sekitar 100 warga tewas.

Dikutip dari AFP, Minggu (27/10/2024), tim penyelamat telah menyelam ke danau dan menyisir desa-desa terpencil untuk menemukan puluhan orang yang hilang. Badai Trami menghantam Filipina sejak 24 Oktober.

Dunia Internasional: Update! Korban Badai Trami 100 Orang Tewas-560 Ribu Mengungsi

Iklan Indako SeputarSumut

Bencana alam ini merupakan salah satu badai paling mematikan yang melanda negara Asia Tenggara tersebut tahun ini. Badan bencana nasional menyebut badai itu memaksa lebih dari setengah juta orang meninggalkan rumah mereka dan sedikitnya 36 orang masih hilang.

Polisi di wilayah Bicol yang paling parah dilanda badai telah mencatat 38 kematian, sebagian besar karena tenggelam.

“Kami masih menerima banyak panggilan dan kami berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang. Semoga tidak ada lagi korban tewas,” kata direktur polisi regional Bicol Andre Dizon.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Dizon mengatakan ‘banyak penduduk’ di provinsi Camarines Sur yang masih terjebak di atap dan lantai atas rumah mereka. Jumlah korban tewas di Batangas, sebelah selatan Manila, telah meningkat menjadi 55 orang.

Dua orang dilaporkan tewas dalam insiden terpisah akibat sengatan listrik dan tenggelam di Provinsi Cavite. Lima jenazah lagi ditemukan di provinsi lain, sehingga totalnya menjadi 100.

“Jumlah korban tewas yang lebih tinggi mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang karena tim penyelamat kini dapat menjangkau tempat-tempat yang sebelumnya terisolasi,” kata Edgar Posadas dari Kantor Pertahanan Sipil setempat.

Polisi, penjaga pantai, dan tim penyelam Marinir sedang mencari satu keluarga yang beranggotakan tujuh orang di Danau Taal di Batangas pada hari Minggu. Keluarga itu diduga hilang usai rumah mereka dihantam air dari pegunungan.

Sebagian besar kematian di Batangas disebabkan oleh tanah longsor yang disebabkan oleh hujan. Lebih dari 20 jenazah ditemukan dari tumpukan lumpur, batu-batu besar, dan pohon tumbang, sementara polisi mengatakan sedikitnya 20 orang lainnya di provinsi tersebut masih hilang.

Badan bencana nasional mengatakan pada hari Minggu bahwa sekitar 560.000 orang telah mengungsi akibat banjir, yang menenggelamkan ratusan desa di wilayah Filipina utara. Sekitar 20 badai dan topan besar telah melanda negara kepulauan tersebut atau perairan di sekitarnya setiap tahun dan menyebabkan kerusakan rumah, infrastruktur serta menewaskan puluhan orang.

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa badai di wilayah Asia-Pasifik semakin terbentuk di dekat garis pantai, semakin cepat menguat, dan bertahan lebih lama di daratan akibat perubahan iklim. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com