Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Warga Israel Rayakan Pembantaian Kamp Rafah yang Tewaskan Puluhan Orang

Oleh Redaksi 15
Selasa, 28 Mei 2024
Foto: Kamp Rafah

Warga Israel rayakan pembantaian Rafah dengan api unggun Hari Raya Yahudi (Foto: Reuters)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Rafah | Sesaat setelah serangan udara Israel menghantam sebuah kamp di Rafah, Gaza selatan pada Minggu (26/5/2024) malam, mengobrak-abrik puluhan tubuh pria, wanita, dan anak-anak Palestina, serta memicu kobaran api yang dahsyat, rekaman video setelah kejadian tersebut memicu kengerian dan kecaman di seluruh dunia.

Namun di Israel, tokoh-tokoh terkemuka dan anggota masyarakat memandang pembantaian dan kebakaran sebagai cara sempurna untuk merayakan hari raya keagamaan.

Dunia Internasional: Warga Israel Rayakan Pembantaian Kamp Rafah yang Tewaskan Puluhan Orang

Iklan Indako SeputarSumut

Menurut Middle East Eye (MEE), Hari Minggu adalah Lag BaOmer, hari libur Yahudi di mana orang-orang di seluruh Israel menyalakan api unggun sebagai representasi cahaya spiritual yang dibawakan oleh Shimon bar Yochai, seorang rabi abad kedua yang dihormati.

Biasanya, perayaan paling menonjol pada hari itu terjadi di Gunung Meron di makam Shimon bar Yochai, di mana api unggun besar dinyalakan dan puluhan ribu jamaah berkumpul di salah satu acara massal terbesar di dunia Yahudi.

Namun akhir pekan ini, kekhawatiran keamanan membatasi kehadiran hanya 30 orang. Hal ini mendorong Yinon Magal, seorang jurnalis senior di Channel 14 Israel, mengunggah gambar pembantaian di Gaza dengan judul: “Pencahayaan utama tahun ini di Rafah.” Dia kemudian menghapus postingan di X.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Jurnalis lainnya, Naveh Dromi di i24, mem-posting ulang video kebakaran tersebut dengan judul “Selamat Liburan”. Postingan itu juga kemudian dihapus.

Yoav Eliasi, seorang rapper dan aktivis sayap kanan yang juga dikenal dengan nama panggungnya “The Shadow”, memposting video kebakaran Rafah di Telegram yang juga menggambarkan kejadian tersebut sebagai api unggun Lag BaOmer.

Pada Minggu (26/5/2024) malam dan Senin (27/5/2024)pagi, media sosial Israel ramai, berbagi lelucon dan meme yang mengejek pembantaian Rafah.

Salah satu gambar yang paling mengejutkan dari Rafah pada Minggu (26/5/2024) malam adalah seorang pria sedang menggendong tubuh seorang anak yang tidak memiliki kepala. Seorang anggota grup Telegram sayap kanan Israel yang populer membagikan foto pria yang menggendong anak mati yang diejek sebagai iklan penjualan ayam. “Ayam segar 1 syikal per kilo,” katanya.

Banyak yang membandingkannya dengan api unggun Lag BaOmer. “Nazi membakar diri mereka sendiri,” salah satu orang Israel memposting di X. “Lag BaOmer – versi Rafah” tulis yang lain sambil membagikan rekaman kejadian tersebut, yang kemudian diposting ulang oleh Dromi.

Setidaknya 45 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di wilayah Rafah yang dianggap “aman” oleh Israel dan memerintahkan para pengungsi untuk menetap. Pada Jumat (24/5/2024), Mahkamah Internasional (ICJ) telah memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya terhadap Rafah.

Tentara Israel mengatakan serangan itu “tepat” dan menargetkan dua pejabat senior Hamas. Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan dia menganggap Amerika bertanggung jawab memasok persenjataan dan bantuan keuangan kepada Israel.

Kecaman membanjiri negara-negara Eropa dan Arab. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia “marah” dengan serangan itu. “Operasi ini harus dihentikan. Tidak ada wilayah aman di Rafah bagi warga sipil Palestina,” katanya, seraya menambahkan bahwa perlu ada gencatan senjata segera.

Lebih dari 36.000 warga Palestina telah terbunuh sejak bulan Oktober akibat perang Israel di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Anak-Anak Tewas Tanpa Kepala

Setelah matahari terbit, orang-orang yang selamat dari pemboman Israel di kamp pengungsi Rafah kembali untuk menilai kerusakan yang terjadi.

Anak-anak mengintip melalui jendela mobil yang berlubang, para pria mencari puing-puing yang terbakar, dan para jurnalis mengambil foto kaleng-kaleng makanan yang menghitam.

Sekitar 12 jam sebelumnya, keluarga-keluarga Palestina berada di dalam tenda-tenda tersebut, yang dibakar setelah militer Israel mengebom perkemahan yang terletak di barat laut Rafah.

Banyak yang baru selesai salat malam, ada yang tertidur, dan ada pula yang sekadar berkumpul bersama keluarga.

“Kami sedang duduk dengan tenang ketika tiba-tiba mendengar ledakan,” kata Layan al-Fayoum, salah satu korban selamat dari serangan tersebut, dikutip Middle East Eye (MEE).

“Itu sangat mendadak. Bom-bom itu jatuh tanpa peringatan,” lanjutnya.

Remaja muda itu keluar dari tendanya untuk melihat apa yang terjadi dan dikejutkan oleh api besar yang melanda lokasi tersebut.

“Apinya sangat besar. Kami melihat tenda-tenda terbakar dan kemudian kami harus mencari anggota tubuh yang terpotong-potong dan anak-anak yang meningg,” ujarnya.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Menurut seorang saksi mata, jet Israel menjatuhkan bom di kamp darurat tersebut, menyebabkan kebakaran yang menghanguskan sekitar 14 tenda,

Analisis Al Jazeera Arab mengatakan kamp tersebut terletak di zona kemanusiaan yang ditetapkan Israel di dekat fasilitas penyimpanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri Kesehatan Palestina mengatakan 45 orang tewas dalam serangan itu. Sebanyak 249 orang lainnya terluka, beberapa di antaranya luka parah, termasuk orang-orang yang mengalami luka bakar parah dan anggota tubuh yang patah.

Para pejabat kesehatan mengatakan mereka kewalahan dengan jumlah dan jenis korban luka, karena hanya satu rumah sakit yang beroperasi di Rafah akibat penghancuran sistem kesehatan yang dilakukan Israel di Gaza.

Para responden pertama menggambarkan tantangan serupa karena 80 persen kemampuan pertahanan sipil Palestina telah hancur sejak 7 Oktober.

Hal ini terlihat jelas setelah pengeboman, ketika petugas pemadam kebakaran, paramedis, dan warga berjuang untuk memadamkan api.

Adegan kacau pun terjadi, dengan para penyintas yang panik berlari mencari keselamatan di tengah-tengah tubuh yang hangus ketika seorang pria menggendong seorang anak tanpa kepala dan seorang petugas medis menggendong seorang lainnya dengan kepala dan otaknya yang pecah.

“Saya keluar dari tenda dan melihat api dimana-mana,” kata Mohammad Abo Sebah, seorang saksi mata.

“Seorang gadis muda berteriak, jadi kami membantunya dan saudara laki-lakinya yang sudah dewasa. Ketika kami kembali, perkemahan itu hancur total,” lanjutnya.

Butuh sekitar 11 truk pemadam kebakaran antara satu dan dua jam untuk akhirnya menghentikan api.

Remaja tersebut mengatakan keluarganya berencana untuk pindah ke kamp lain pada Senin (27/5/2024) pagi karena serangan Israel di Rafah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Namun mereka kehilangan uang akibat kebakaran tersebut, yang berarti mereka tidak bisa pergi ke mana pun saat ini dan tidak memiliki tenda untuk berlindung.

“Mereka bilang ini adalah zona aman. Pendudukan ini tercela dan kriminal,” tambah Abo Sebah. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com