Jakarta, SeputarSumut – Banyak orang menjalani gaya hidup modern yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Hal ini menyebabkan banyak individu tidak menyadari bahwa tubuhnya mengalami defisiensi vitamin D yang sangat penting. Vitamin D dikenal sebagai ‘vitamin matahari’ sebab sebagian besar diproduksi oleh tubuh saat kulit terpapar sinar matahari.
Peran vitamin D dalam tubuh sangat besar, mulai dari membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang dan otot, hingga mendukung sistem imun tubuh secara keseluruhan. Meskipun begitu, gejala kekurangan vitamin ini seringkali samar dan muncul secara bertahap, bahkan menyerupai gangguan kesehatan lain.
Pernik Ragam: Waspada! 7 Tanda Tubuh Kekurangan ‘Vitamin Matahari’
Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai
Berikut adalah berbagai tanda pada tubuh yang perlu Anda waspadai, merangkum dari berbagai sumber:
1. Sering sakit
Sistem kekebalan tubuh sangat bergantung pada vitamin D untuk melawan infeksi. Jika Anda kerap terserang infeksi, batuk, atau flu, kemungkinan besar tubuh Anda sedang mengalami kekurangan vitamin esensial ini. Selain itu, sejumlah studi juga menemukan bahwa individu dengan kadar vitamin D rendah lebih rentan terhadap penyakit berat, termasuk infeksi pernapasan seperti COVID-19.
2. Nyeri dan kelemahan otot
Fungsi optimal dan kekuatan otot dibantu oleh vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelemahan yang membuat tubuh cepat merasa lelah, kram, hingga nyeri otot. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko jatuh pada orang lanjut usia.
3. Nyeri punggung
Defisiensi vitamin D bisa mengakibatkan penurunan massa otot, yang kemudian memberi tekanan berlebih pada leher dan tulang belakang. Tidak mengherankan, banyak pasien yang mengeluhkan nyeri punggung kronis disarankan untuk memeriksa kadar vitamin D mereka guna menemukan penyebab tersembunyi.
4. Rambut rontok
Vitamin D memiliki peran penting dalam siklus pertumbuhan rambut. Kekurangan vitamin ini dapat menghambat proses regenerasi rambut dan sering dikaitkan dengan kondisi alopecia, yaitu gangguan autoimun yang memicu kerontokan rambut berlebihan.
5. Berat badan naik
Individu dengan kadar vitamin D rendah cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah obesitas. Hal ini terjadi karena vitamin D disimpan dalam jaringan lemak dan sulit untuk dilepaskan kembali ke aliran darah, yang pada akhirnya memengaruhi metabolisme tubuh sehingga tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.
6. Masalah kulit seperti eksim
Lapisan pelindung kulit dan sistem imun sangat dijaga oleh vitamin D. Kekurangan vitamin ini dapat memperparah gejala eksim seperti kulit meradang, gatal, dan merah. Dalam beberapa kasus, kondisi kulit dapat memburuk saat terjadi penurunan kadar vitamin D yang drastis.
7. Gigi berlubang
Kadar vitamin D yang rendah berpotensi melemahkan enamel gigi sehingga meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang. Defisiensi vitamin D dan meningkatnya kerusakan gigi terbukti memiliki keterkaitan, berdasarkan studi pada lebih dari 18 ribu peserta.
Memahami tanda-tanda kekurangan vitamin D pada tubuh menjadi langkah penting agar Anda dapat segera mengambil tindakan pencegahan. Pastikan Anda mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, atau segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila gejala-gejala defisiensi ini muncul. Dengan mengidentifikasi dan mengatasinya sejak dini, Anda dapat menjaga tubuh tetap berfungsi optimal dan sehat.(*/cnni)


