Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Waspada! Kasus Mirip Flu Meningkat, Ini Imbauan IDI Jabar Terbaru

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 18 Oktober 2025
Foto: Ilustrasi gejala flu /Foto _ Eka Hospital/rri)

Ilustrasi gejala flu /Foto _ Eka Hospital/rri)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Seputar Sumut – Masyarakat Jawa Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terkait lonjakan kasus penyakit mirip influenza yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat mengingatkan bahwa peningkatan kasus ini ditandai dengan gejala umum seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Ketua IDI Jawa Barat, M. Luthfi, pada Jumat (17/10), menjelaskan bahwa kumpulan gejala ini dikategorikan sebagai Influenza-Like Illness (ILI) atau penyakit mirip influenza.

Lintas Nasional: Waspada! Kasus Mirip Flu Meningkat, Ini Imbauan IDI Jabar Terbaru

Iklan Indako SeputarSumut

“Penyakit mirip influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus pernapasan lainnya seperti RSV, Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza, dan Human Metapneumovirus,” ungkap Luthfi mengenai penyebab ILI.

Menurut data sentinel surveillance Kementerian Kesehatan RI, proporsi spesimen positif influenza di tingkat nasional sempat mencapai sekitar 34 persen, angka yang juga mencakup kontribusi dari wilayah Jawa Barat. Meski demikian, Luthfi menambahkan bahwa persentase positif saat ini sudah menunjukkan penurunan menjadi 26 persen.

Walaupun terjadi penurunan angka positif, kondisi ini belum dapat diartikan sebagai status yang sepenuhnya stabil, menurut Luthfi.

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

Luthfi menjelaskan, gejala penyakit influenza biasanya berlangsung 2 hingga 8 hari, tapi yang kami temukan sekarang cenderung lebih lama.” Durasi yang lebih panjang ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, yaitu adanya sirkulasi peningkatan beberapa virus pernapasan lain di tengah cuaca yang tidak menentu, potensi infeksi sekunder, atau kondisi kesehatan individu yang memang sedang menurun.

Meski terjadi peningkatan kasus, Luthfi menegaskan masyarakat diimbau agar tidak perlu panik. Hal ini disebabkan sebagian besar kasus influenza cenderung bersifat ringan dan dapat pulih hanya dengan istirahat yang cukup. Kendati demikian, kewaspadaan tinggi tetap harus diterapkan, khususnya oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

Pola hidup sehat harus selalu dijaga oleh masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka, demikian imbauan yang disampaikan oleh Ketua IDI Jabar tersebut.

“Pastikan asupan gizi cukup, istirahat yang memadai, dan olahraga teratur. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang batuk atau demam, gunakan masker di ruang tertutup atau saat sedang sakit, serta rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” kata Luthfi memberikan panduan pencegahan.

Di samping itu, masyarakat dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan jika demam tidak kunjung turun setelah tiga hari atau jika mulai muncul gejala sesak napas. Bagi para tenaga kesehatan, IDI Jabar memberikan pengingat penting agar tetap disiplin menerapkan kewaspadaan standar dan secara rutin melaporkan temuan kasus ILI sesuai dengan mekanisme surveillance nasional.

Luthfi menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya peran serta seluruh pihak: “Langkah sederhana ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan yang saat ini sedang meningkat. Kedisiplinan dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk menjaga kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sinopsis Enola Holmes 3, Millie Bobby Brown Kembali Hadapi Misteri Penculikan Sherlock Holmes di Malta
  • Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian
  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com