Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

35 Orang Tewas akibat Bentrok Antarsuku-Sengketa Lahan

Oleh Redaksi 15
Senin, 29 Juli 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Peshawar | Perseteruan tanah antara suku-suku di Pakistan barat laut telah meluas menjadi pertikaian sektarian selama berhari-hari dengan menggunakan senapan mesin dan mortir. Pejabat setempat mengatakan sebanyak 35 orang tewas akibat bentrok ini.

Dilansir AFP, Senin (29/7/2024), pejabat polisi setempat Murtaza Hussain, mengatakan suku Sunni Muslim Madagi dan Syiah Mali Khel telah bertempur sejak Rabu lalu. Pertempuran itu terjadi usai seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah dewan yang sedang merundingkan sengketa lahan pertanian selama puluhan tahun.

Dunia Internasional: 35 Orang Tewas akibat Bentrok Antarsuku-Sengketa Lahan

Iklan Indako SeputarSumut

Meskipun tidak ada yang terluka dalam serangan itu, kata Hussain, hal itu memicu kembali ketegangan agama yang sudah berlangsung lama antara klan yang hidup berdampingan di distrik Kurram di perbatasan dengan Afghanistan.

“Awalnya sengketa tanah, masalah ini kini meningkat menjadi kekerasan sektarian,” kata Hussain kepada AFP.

Dia mengkonfirmasi bahwa konflik tersebut telah menelan 35 korban jiwa sejauh ini.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

“Pemerintah dan para pemimpin setempat berupaya menghentikan pertempuran melalui jirga (dewan suku), tetapi belum berhasil,” katanya.

Perselisihan antarkeluarga umum terjadi di Pakistan. Namun, perseteruan tersebut dapat berlangsung lama dan penuh kekerasan di wilayah pegunungan barat laut Khyber Pakhtunkhwa, tempat masyarakat mematuhi tata tertib adat suku.

Seorang pejabat senior pemerintah dari distrik Kurram, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, juga menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 35 orang. Dia menambahkan 151 orang lainnya terluka.

“Konflik tersebut, yang kini memasuki hari kelima, telah meningkat menjadi pertikaian Syiah-Sunni.Semua upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut telah gagal,” katanya.

Pakistan adalah negara dengan mayoritas Sunni, tempat kaum Syiah sering menghadapi diskriminasi dan kekerasan.

Pejabat pemerintah mengatakan suku Syiah paling menderita dalam konflik tersebut, dengan 30 orang dari mereka yang tewas berasal dari sekte minoritas tersebut.

Seorang sumber polisi, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kedua belah pihak menggunakan senjata otomatis dan mortir dalam pertempuran yang difokuskan di sekitar kota Parachinar, yang telah diblokade oleh penegak hukum.

“Daerah tersebut masih menyaksikan bentrokan yang melibatkan penggunaan senjata kecil dan besar,” kata pejabat senior distrik Kurram.

Kurram merupakan bagian dari bekas Daerah Suku yang Diatur Secara Federal, daerah semi-otonom yang digabungkan dengan provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada tahun 2018.

Langkah tersebut membawa wilayah tersebut ke arus utama hukum dan administratif, meskipun polisi dan pasukan keamanan sering kali kesulitan untuk menegakkan aturan hukum di sana. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com