Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

AS-Korsel Larang Pakai DeepSeek

Oleh Redaksi 15
Jumat, 7 Februari 2025
Foto: Sejumlah negara melarang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek.

Sejumlah negara melarang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, hingga Korea Selatan (Korsel) melarang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek. Alasannya, mulai dari sentimen terhadap China hingga risiko keamanan.

Australia melarang penggunaan DeepSeek untuk seluruh perangkat pemerintahan, karena AI dari startup asal Tiongkok ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

Pernik Ragam: AS-Korsel Larang Pakai DeepSeek

Iklan Indako SeputarSumut

Sekretaris Departemen Dalam Negeri Australia mengeluarkan arahan wajib bagi semua entitas pemerintah untuk tidak menggunakan DeepSeek.

“[Semua entitas pemerintah wajib] mencegah penggunaan atau pemasangan produk, aplikasi, dan layanan web DeepSeek dan, jika ditemukan, menghapus semua contoh produk, aplikasi, dan layanan web DeepSeek yang ada dari semua sistem dan perangkat pemerintah Australia,” kata otoritas tersebut.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan bahwa DeepSeek menimbulkan “risiko yang tidak dapat diterima” pada teknologi pemerintah dan pelarangan segera dilakukan untuk “melindungi keamanan nasional dan kepentingan nasional Australia.”

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Korea Selatan turut melarang sementara penggunaan DeepSeek dengan alasan serupa. Pemerintah Korsel mengeluarkan pemberitahuan pada Selasa (4/2) yang menyerukan kepada kementerian dan lembaga untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan AI termasuk DeepSeek dan ChatGPT di tempat kerja.

Dilansir Reuters, perusahaan tenaga hidro dan nuklir yang dikelola oleh negara mengatakan bahwa mereka telah memblokir penggunaan layanan AI termasuk DeepSeek pada awal bulan ini. Kemudian, raksasa teknologi Kakao Corp mengatakan kepada para karyawannya untuk menahan diri dalam menggunakan DeepSeek karena masalah keamanan.

Di Amerika Serikat, pemerintah tengah mengajukan aturan untuk melarang penggunaan DeepSeek. Aturan ini akan menghadapkan pengguna pada sanksi denda hingga ancaman penjara jika ditemukan menggunakan teknologi tersebut.

RUU yang diajukan oleh Senator Partai Republik Josh Hawley ini disebut bertujuan untuk “melarang orang-orang Amerika Serikat untuk memajukan kemampuan kecerdasan buatan di Republik Rakyat Tiongkok, dan untuk orang lain.”

Undang-undang yang tengah diusulkan ini akan mencegah impor “teknologi atau kekayaan intelektual” yang dikembangkan di Tiongkok, dan siapa pun yang melanggar larangan tersebut dapat dihukum hingga 20 tahun penjara.

Dikutip dari The Independent, pelanggar aturan ini dapat didenda hingga US$1 juta untuk individu, dan denda bisa mencapai US$100 juta untuk bisnis.

Meskipun RUU tersebut tidak secara gamblang menyebutkan nama DeepSeek, namun hal ini terjadi hanya seminggu setelah chatbot asal Tiongkok menjadi aplikasi AI terpopuler di Amerika Serikat, yang menyebabkan saham-saham teknologi AS anjlok.

Popularitasnya yang tiba-tiba memicu kekhawatiran tentang keamanan, privasi, dan etika, termasuk ketidakmampuan DeepSeek untuk menjawab pertanyaan tentang topik-topik yang sensitif bagi Partai Komunis Tiongkok.

Langkah ketiga negara ini menyusul tindakan serupa di Italia dan Taiwan. Negara-negara lain di Eropa dan belahan dunia lain saat ini juga tengah menyoroti perusahaan AI tersebut. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com