Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Autentikasi Gmail, Google Tak Lagi Pakai SMS

Oleh Redaksi 15
Jumat, 28 Februari 2025
Foto: Google brencana mengakhiri autentikasi dua faktor (2FA) dengan sistem kode enam digit melalui pesan singkat atau SMS di Gmail. 

Google brencana mengakhiri autentikasi dua faktor (2FA) dengan sistem kode enam digit melalui pesan singkat atau SMS di Gmail. 

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Google berencana mengakhiri autentikasi dua faktor (2FA) dengan sistem kode enam digit melalui pesan singkat atau SMS di Gmail. Simak alasannya.

Ross Richendrfer, Juru bicara Gmail, mengutarakan keinginan perusahaan untuk meninggalkan autentikasi dua faktor (2FA) dengan metode mengirimkan kode enam digit melalui SMS.

Pernik Ragam: Autentikasi Gmail, Google Tak Lagi Pakai SMS

Iklan Indako SeputarSumut

“Sama seperti kami ingin beralih dari password dengan menggunakan hal-hal seperti passkeys. Kami ingin beralih dari pengiriman pesan SMS untuk autentikasi,” kata Ross, melansir Forbes, Kamis (27/2).

Menurut Ross, Google berencana menggantikannya dengan metode QR untuk mengurangi dampak penyalahgunaan SMS yang merajalela secara global.

Google saat ini menggunakan verifikasi SMS dengan dua tujuan yang berbeda, yakni keamanan dan kontrol penyalahgunaan. Menurut Ross masalah keamanan adalah untuk memverifikasi “bahwa kita berurusan dengan pengguna yang sama seperti sebelumnya”.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Sementara, soal kontrol penyalahgunaan adalah untuk memastikan penipu tidak menyalahgunakan layanan Google. Contohnya adalah ketika penjahat membuat ribuan akun Gmail yang mendistribusikan spam dan malware.

Lantas, apa alasannya Google mengganti SMS verifikasi?

Menurut Ross kode SMS menghadirkan banyak tantangan keamanan. Menurutnya kode-kode tersebut dapat dibajak, karena orang tidak selalu memiliki akses ke perangkat yang memiliki akses ke perangkat yang dikirimi kode, dan kode-kode ini bergantung pada praktik keamanan operator pengguna.

“Jika penipu dapat dengan mudah mengetahui operator untuk mendapatkan nomor telepon seseorang, maka nilai keamanan SMS akan hilang,” ujar dia.

Lalu ada fakta bahwa kode verifikasi SMS juga sering menjadi inti dari banyak operasi kriminal. Satu penipuan yang relatif baru yang telah diamati Google selama beberapa tahun terakhir adalah apa yang disebut sebagai pemompaan trafik.

“Di sinilah para penipu mencoba membuat penyedia layanan online untuk membuat pesan SMS dalam jumlah besar ke nomor-nomor yang mereka kendalikan, dan dengan demikian mereka mendapatkan bayaran setiap kali salah satu dari pesan tersebut terkirim,” tutur Ross.

Ross menjelaskan selama beberapa bulan ke depan pihaknya akan menata ulang cara memverifikasi nomor telepon.

“Secara khusus, alih-alih memasukkan nomor Anda dan menerima kode 6 digit, Anda akan melihat kode QR yang ditampilkan, yang harus Anda pindai dengan aplikasi kamera pada ponsel Anda,” jelasnya.

Menurut Google, ada tiga keuntungan yang dapat ditawarkan oleh QR code untuk proses autentikasi:

1. Mengurangi risiko phishing dari pengguna Gmail yang tertipu untuk membagikan kode keamanan mereka kepada pelaku ancaman. Terutama, dan cukup jelas, karena tidak ada kode yang perlu dibagikan.

2. Menghilangkan ketergantungan, setidaknya dalam banyak kasus, pengguna Google pada operator telepon mereka untuk perlindungan anti-penyalahgunaan.

3. Membantu mengurangi dampak penyalahgunaan SMS yang merajalela di seluruh dunia.

“Kode SMS merupakan sumber risiko yang tinggi bagi pengguna. Kami dengan senang hati memperkenalkan pendekatan baru yang inovatif untuk memperkecil area yang dapat diserang oleh penyerang dan membuat pengguna lebih aman dari aktivitas jahat,” ujarnya. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com